RADARSOLO.COM – Dua kali kasus keracunan yang dialami ratusan pelajar di Wonogiri setelah mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG), menjadi perhatian serius pemerintah daerah setempat.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan, pihaknya telah membentuk Satgas Percepatan MBG.
Atas kejadian yang terjadi di Kecamatan Slogohimo, satgas akan menindaklanjutinya.
"Dari kejadian ini akan kita tindaklanjuti, bagaimana dampak yang muncul terhadap anak-anak," ujar Setyo, Rabu (8/10/2025).
Pemkab Wonogiri akan berkoordinasi dengan Kordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Wilayah Wonogiri atas kejadian itu.
Apalagi dengan dibentuknya Satgas Percepatan MBG, pemkab bisa lebih aktif mengawasi MBG.
"Kami juga baru mendapatkan informasi ini. Kita akan tindaklanjuti," kata Setyo.
Apakah tak ada laporan yang diterima langsung ke Bupati terkait kejadian keracunan MBG di Slogohimo dari pihak sekolah, dinas, atau instansi terkait?
"Sampai sekarang (Rabu siang) tidak ada laporan," kata dia.
Diketahui, di sejumlah wilayah, Satgas Percepatan MBG membuka hotline pelaporan terkait MBG.
Sehingga masyarakat yang mengeluhkan soal MBG bisa melaporkan keluhannya.
Apakah hal itu juga akan dilakukan Pemkab Wonogiri?
"Iya, nanti kita akan kita buka seperti itu (hotline). Masyarakat bisa memberikan laporan terkait program MBG,” terang Setyo.
Baca Juga: Dinkes Wonogiri Ungkap Penyebab Keracunan Ratusan Pelajar di Slogohimo setelah Santap Menu MBG
“Prinsipnya, program ini sangat membantu masyarakat dan program nasional. Ini harus kita kawal terus," beber dia.
Diberitakan sebelumnya, kasus keracunan ratusan pelajar di Wonogiri setelah menyantap MBG sudah terjadi dua kali.
Yakni di SMAN 2 Wonogiri pada September 2025, dan terulang di SMAN 1 Slogohimo serta Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Qur'an pada Oktober 2025. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono