RADARSOLO.COM– Informasi tentang Ponpes Baitul Qur’an di Desa Made, Kecamatan Slogohimo, Wonogiri yang menolak sementara pengiriman makan bergizi gratis (MBG) sudah didengar Wakil Bupati (Wabup) Imron Rizkyarno.
Diketahui, sejumlah santri ponpes setempat juga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG.
Sama seperti yang dialami ratusan murid SMAN 1 Slogohimo.
Sebab itu, pihak ponpes meminta penyetopan pengiriman menu MBG untuk sementara.
Merespons hal tersebut, Wabup menduga itu, karena kekhawatiran terulangnya keracunan.
Imron juga telah berkoordinasi dengan Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Wilayah Wonogiri agar lebih tegas dalam mengawasi dan mengawal program MBG supaya keracunan tak terulang lagi.
"Kita minta SPPI independen, tak terpengaruh siapapun. Agar program ini berjalan dengan baik," tegas Imron.
Ditambahkan Imron, ada informasi terkait satu orang siswa yang dirawat di rumah sakit.
Namun, belum diketahui secara pasti apakah siswa itu dirawat karena dampak keracunan MBG atau tidak.
"Makannya (menu MBG) kan di tanggal 30 September 2025. Tanggal 1 Oktober 2025 sakit. Informasinya masuk rumah sakit tanggal 4 Oktober 2025. Hari ini sepertinya mau pulang," kata dia.
Yang jelas, kata Imron, Dinkes Wonogiri telah melakukan uji laboratorium atas sampel menu MBG yang dibagikan.
Hasilnya, ada bakteri Escherichia Coli dan Salmonella Sp. di sampel makanan MBG.
Diberitakan sebelumnya, sumber tepercaya radarsolo.com menyebut, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waru Slogohimo yang bertugas mendistribusikan MBG ke Ponpes Baitul Qur’an berupaya meyakinkan ponpes setempat untuk menerima kembali pengiriman menu MBG.
Informasi yang diterima radarsolo.com, penerima program MBG di Ponpes Baitul Qur'an Desa Made sebanyak 65 santriwati, dan 45 santri.
"Kalau untuk saat ini MBG di dapur (SPPG Waru Slogohimo) itu masih jalan,” terang sumber itu. (al/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono