RADARSOLO.COM-Pembudidaya ikan di karamba jaring apung (KJA) Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri diminta waspada dengan potensi terjadinya upwelling.
Pasalnya, dampak upwelling bisa merugikan para pembudidaya ikan.
Kabid Kelautan dan Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Wonogiri Catur Wuryaningsih Margihastuti mengatakan, upwelling sangat berpotensi terjadi dam berdampak pada ikan yang dibudidaya di KJA WGM.
Utamanya saat pergantian musim antara kemarau ke musim penghujan.
"Saat kemarau, volume air waduk berkurang. Jadi ruang di bawah KJA sangat dekat dengan dasar waduk," ujarnya, Selasa (21/10/2025).
Memurut Catur, flukstuasi suhu perairan juga cukup ekstrem. Dimana saat siang panas dan dingin ketika malam. Ditambah dengan memasuki musim penghujan, upwelling berpotensi terjadi.
Upwelling terjadi jika endapan di dasar waduk naik ke permukaan. Itu bisa karena masuknya air hujan dan mengaduk dasar waduk.
Apalagi jika volume air waduk belum cukup banyak dan hujan sudah sering terjadi dengan intensitas tinggi.
"Di bawah karamba kan ada endapan baik kotoran ikan atau sisa pakan ikan. Belum lagi ditambah endapan yang terbawa dari pinggir waduk saat hujan bisa larut ke waduk," kata dia.
Jika upwelling terjadi, air menjadi keruh dan oksigen di air akan berkurang akibat naiknya endapan di bawah waduk.
KJA di WGM biasanya juga terletak tak begitu jauh dari daratan juga membuat potensi dampak upwelling bisa sangat terasa.
"Di KJA kalau banyak ikan, itu kekurangan oksigen. Kalau begitu bisa mati ikannya. Itu yang menyebabkan potensi kerugian," terang Catur.
Pihaknya juga mengeklaim telah melakukan edukasi kepada para pembudidaya ikan di KJA WGM.
Apalagi, juga ada imbauan dari pemerintah pusat terkait kewaspadaan dampak upwelling bagi KJA-KJA di seluruh wilayah.
"Teman-teman pembudidaya juga sudah banyak yang paham. Kepadatan ikan di KJA dikurangi untuk mengurangi dampak jika terjadi upwelling," kata Catur.
Pengurangan kepadatan ikan, imbuh Catur, banyak dilakukan oleh pembudidaya di KJA WGM. Apalagi belakangan pesanan ikan juga dirasa lesu. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono