RADARSOLO.COM – Bupati Wonogiri Setyo Sukarno angkat bicara terkait temuan ribuan warga Wonogiri yang terindikasi mengalami gangguan kejiwaan setelah mengikuti program cek kesehatan gratis (CKG).
Ia juga menyoroti maraknya judi online dan pinjaman online (pinjol) ilegal yang berpotensi memicu depresi masyarakat.
Dari total 226.718 warga yang telah menjalani pemeriksaan hingga Jumat (7/11/2025), terdapat 1.095 orang yang terdeteksi mengidap gangguan kejiwaan.
Dinkes Lakukan Intervensi
Bupati mengatakan, Dinas Kesehatan Wonogiri melalui jaringan puskesmas sudah mengambil langkah intervensi setelah temuan tersebut.
Baca Juga: 1.000 Warga Wonogiri Mengalami Gangguan Jiwa, Ketua DPRD: Itu Mengagetkan
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menangani warga yang terindikasi mengalami gangguan kejiwaan.
"Saat CKG kan ditemukan ada yang sakit, termasuk itu (terindikasi mengalami gangguan kejiwaan). Lalu mendapatkan pengobatan. Itu wujud intervensi yang dilakukan," ujar Setyo saat melakukan sidak di RSUD Raden Mas Said Purwantoro, Jumat (14/11/2025).
Ia menambahkan, pengobatan dilakukan untuk mencegah kondisi warga semakin memburuk.
Pemerintah juga berencana menggandeng tokoh agama untuk memberikan edukasi dan penyuluhan terkait kesehatan mental.
Kaitan Gangguan Kejiwaan dan Akhiri Hidup
Sebelumnya, Polres Wonogiri mengungkapkan bahwa kasus bunuh diri di Kabupaten Wonogiri cukup memprihatinkan, dengan rata-rata tiga kejadian dalam satu wilayah.
Bupati Setyo menilai ada korelasi antara tingginya angka gangguan kejiwaan dan kasus bunuh diri tersebut.
Menurutnya, salah satu pemicu terbesar adalah judi online.
“Saat judi online ini merambah banyak warga di Wonogiri, ini bisa memicu gangguan kejiwaan. Karena apa? Judi online arahnya akan ke pinjol ilegal. Kalau pinjol ilegal ini tidak mampu membayar, tekanannya luar biasa. Ini bisa menyebabkan gangguan kejiwaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, tekanan dari pinjol ilegal bisa membuat seseorang merasa malu hingga berujung stres berat.
“Pinjol ilegal kan ngeri pak. Dikandakne kancane, ibuke dan sebagainya. Kan isin (malu), bisa stres. Ini bisa menyebabkan bunuh diri,” kata Setyo.
Bupati juga mengaku telah menerima laporan adanya warga yang melakukan bunuh diri karena terjerat judi online dan pinjol ilegal. “Sudah ada informasi itu,” ujarnya.
DPRD Minta Penanganan Serius
Ketua DPRD Wonogiri, Sriyono, mengaku terkejut dengan temuan 1.095 warga yang terindikasi mengalami gangguan kejiwaan dari total pemeriksaan CKG.
“Itu jumlah yang tinggi. Pemerintah nggak boleh main-main. Kita akan diskusi dengan Pak Bupati dan dinas terkait terkait hal ini,” tegasnya.
Menurut Sriyono, intervensi harus dilakukan secara menyeluruh agar kondisi warga yang masih dalam kategori gangguan ringan tidak berkembang menjadi lebih berat.
Meski tidak memiliki data riset yang menghubungkan langsung angka bunuh diri dengan gangguan kejiwaan, Sriyono menilai hal tersebut bisa menjadi salah satu faktor yang patut diperhatikan.
“Makanya, kita selesaikan secara holistik. Misalnya pekerjaan yang tersedia, lingkungan keluarga dan lainnya. Intervensi dari pemerintah diperlukan. Nanti biar dirumuskan dinas terkait bersama Komisi IV langkahnya seperti apa,” tutupnya.(al)
Editor : Nur Pramudito