RADARSOLO.COM-Polemik pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Lapangan Desa Hargantoro menyita perhatian DPRD Wonogiri.
Salah satunya diungkapkan Dani Mursito, anggota DPRD Wonogiri asal Kecamatan Tirtomoyo.
"Warga Desa Hargantoro itu prinsipnya mendukung penuh program KDMP. Namun, yang jadi keprihatinan gedungnya didirikan di Lapangan Hargantoro," ujar Dani.
Dia menambahkan, masyarakat menilai bahwa dengan adanya gedung KDMP di Lapangan Hargantoro, membuat fungsi lapangan berkurang.
Akhirnya warga menyampaikan aspirasi agar pemerintah desa memindah lokasi gedung.
"Alhamdulillah dari pihak desa mendengar aspirasi masyarakat," ujar Dani.
Dimintai tanggapannya sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Wonogiri soal potensi permasalahan KDMP seperti di Desa Hargantoro dimana lahan dipermasalahkan, Dani menuturkan ada juga lokasi gedung yang menggunakan area sawah lestari.
Menurut Dani, KDMP adalah salah satu program Presiden Prabowo Subianto.
Dalam percepatan pembangunan pemerintah pusat langsung berkoordinasi dengan kepala desa.
Maka perlu ada koordinasi, inisiasi dan inovasi dari kepala desa agar sesuai peruntukan, potensi dan kemanfaatan ke depan.
Bagaimana jika gedung KDMP dibangun di lokasi yang mungkin dianggap dalam tanda kutip 'bermasalah' untuk lokasi pembangunan?
"Untuk aspek prioritas KDMP ini sendiri maka perlu ada rembugan atau musyawarah antara desa, masyarakat dan tokoh dalam menentukan lokasi KDMP," kata dia.
"Memang kewenangan oleh kepala desa. Tapi alangkah baiknya ada musyawarah bersama tokoh untuk menentukan lokasi," imbuh Dani.
Dani melihat, belum semua memiliki lokasi dibangunnya gedung KDMP, utamanya di kelurahan. Penyebabnya, bisa karena spek lahan di kelurahan sulit ditemukan. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono