RADARSOLO.COM - Polres Wonogiri telah menyelidiki penyebab meninggalnya, MMA, 12, santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Santri Manjung, Desa Manjung, Wonogiri Kota.
Remaja warga Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar tersebut diduga akibat dipukuli santri lainnya.
Lalu apa yang menyebakan MMA mendapat perlakukan barbar tersebut?
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB P3A) Wonogiri Suhartono menjelaskan, berdasarkan keterangan dari sejumlah pelaku, MMA dipukuli karena dinilai susah diminta mandi oleh santri lainnya.
"Infonya korban dipukul. Sebelumnya juga sudah ada (bullying) yang dilakukan. Kalau pelaku bullying lebih dari satu orang kan potensi bullying-nya lebih berat ya," paparnya, Kamis (18/12/2025).
Berkaca dari peristiwa tersebut, Hartono mengimbau agar lingkungan lebih peka atas indikasi terjadinya bullying.
Tak hanya di lingkungan ponpes, namun di sekolah dan juga di lingkungan masyarakat secara umum.
"Kalau sampai meninggal dunia, mungkin kan sudah sering terjadi. Lingkungan harus peka. Kita sayangkan ada kejadian seperti ini, semoga tidak terjadi lagi ke depannya," terang.
Hingga saat ini, Polres Wonogiri telah mengamankan setidaknya tiga orang pelaku pemukulan terhadap MMA.
Diketahui, MMA masih duduk di bangku kelas VII SMP. Dia meninggal dunia di salah satu rumah sakit setelah sempat menjalani perawatan, Senin (15/12/2025).
Adapun penyebab meninggalnya MMA diduga akibat dipukuli oleh sejumlah santri lainnya.
Baca Juga: Hari Ibu Tanggal Berapa 2025? Ini Tema dan Link Download Logo Resmi Hari Ibu ke-97 dari KemenPPPA
MMA masuk di Ponpes Santri Manjung sekira enam bulan belakangan. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono