RADARSOLO.COM - Pemandangan tak sedap di mata tampak di kawasan Pasar Slogohimo yang terbakar.
Lokasi setempat menjadi sasaran tempat pembuangan sampah.
Salah satu pedagang yang enggan dikorankan namanya mengatakan, praktik pembuangan sampah di area Pasar Slogohimo terjadi sudah cukup lama. Sekira setelah selesai dibangunnya pasar darurat.
"Sebenarnya sudah dilarang buang sampah disitu, tapi malah seperti itu. Jadi tempat pembuangan sampah," ujar dia.
Menurut sumber radarsolo.jawapos.com,tak hanya warga sekitar yang membuang sampah di area pasar yang terbakar.
Warga yang rumahnya jauh dari lokasi juga membuang sampah di sana. Termasuk pedagang yang berjualan di pasar saat sore atau malam hari.
"Menimbulkan bau. Harapannya ya ini bisa ditangani supaya tidak menimbulkan bau dan lebih bersih. Sebenarnya juga sudah ada spanduk larangan, tapi masih ada saja yang buang disana," papar dia.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdag KUKM) Wonogri Wahyu Widayati mengatakan, pihaknya sudah meminta petugas pasar untuk memantau dan mengantisipasi dibuangnya sampah ke area pasar yang terbakar.
Namun, petugas juga kucing-kucingan dengan pembuang sampah.
"Petugas kita juga terbatas. Sudah dipasang spanduk larangan juga," ungkapnya.
Disdag KUKM telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wonogiri terkait itu.
Baca Juga: Pagi-pagi, Tiga Wilayah Diguncang Gempa Dalam Waktu Hampir Bersamaan
Upaya penanganan disusun. Termasuk rencana ditempatkannya kontainer untuk tempat membuang sampah sebagai solusi jangka pendek.
"Kami harapkan warga tidak buang sampah disitu," kata dia.
Sementara itu, Kepala DLH Wonogiri Bahari mengatakan, pihaknya melayani pengambilan sampah yang ada di TPS sekitar Pasar Slogohimo.
Pihaknya berharap warga bisa membuang sampah di tempat yang seharusnya atau dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).
"Soal sampah ini bisa ke KSM. Kalau tidak ikut, bisa dititipkan kepada petugas kami saat jadwal mengangkut di sana. Bisa tanya petugas jadwalnya kapan," bebernya. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono