Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Modus Minta Sumbangan Snack Turnamen Sepak Bola Merajalela, Apotek di Selogiri Wonogiri Jadi Korban

Iwan Adi Luhung • Senin, 12 Januari 2026 | 15:55 WIB
Pelaku penipuan yang beraksi di Apotek Armada, Kelurahan Kaliancar Kecamatan Selogiri, Wonogiri terekam CCTV, Sabtu (10/1/2026).
Pelaku penipuan yang beraksi di Apotek Armada, Kelurahan Kaliancar Kecamatan Selogiri, Wonogiri terekam CCTV, Sabtu (10/1/2026).

RADARSOLO.COM-Apotek Armada di Kelurahan Kaliancar, Kecamatan Selogiri, Wonogiri disatroni penipu.

Pemilik Apotek Armada Rulita Dyah mengatakan, penipuan terjadi Sabtu (10/1/2026) siang.

Sekira pukul 14.00, apotek miliknya didatangi seorang laki-laki tak dikenal yang mengendarai sepeda motor.

"Saat itu karyawan ditanya, apa betul apotek Bu Ruli. Lalu menjelaskan kalau katanya saya ikut rapat persiapan turnamen sepakbola," ujar dia, Senin (12/1/2025).

Orang tak dikenal itu juga menyebut bahwa Ruli bersedia memberikan sumbangan berupa snack sebanyak 450 kotak seharga Rp 12 ribu per kotaknya.

"Dibilangnya suruh mengambil uang di apotek. Karyawan saat itu mau telepon saya (untuk memastikan). Tapi orang itu pura-pura telepon saya dulu pakai HP-nya sendiri," beber dia.

Dalam telepon itu, karyawan apotek juga sempat mendengar suara perempuan yang dikiranya Rulita.

Pelaku kemudian menyampaikan pesan dari Rulita untuk mengambil uang di apotek seadanya dan sisanya ditransfer.

Orang tak dikenal sempat meminjam kalkulator untuk menghitung berapa uang sumbangan yang akan disetorkan oleh pemilik apotek.

Kemudian menyebut bahwa pemilik apotek bersedia memberikan sumbangan namun dengan harga snack Rp 10 ribu per kotaknya.

"Jadi dihitung ketemu Rp 4,5 juta. Kemudian tanya karyawan saya uang di apotek ada berapa. Anak-anak kemudian menghitung, adanya hanya Rp 1,5 juta," beber Ruli.

Uang Rp 1,5 juta itu kemudian diserahkan oleh karyawan apotek kepada laki-laki itu.

Baca Juga: Puluhan Anak di Wonogiri Menikah Dini, Gara-gara Hamil Duluan atau Digerebek Warga

Pelaku sempat mendokumentasikan penyerahan uang dengan handphone-nya lalu pergi.

Karyawan apotek kemudian melapor kepada Rulita via pesan WhatsApp (WA) bahwa telah menyetorkan uang sumbangan untuk turnamen sepak bola.

Mendapat laporan itu, Rulita langsung menghubungi lewat telepon untuk menanyakan maksud laporan karyawannya.

"WA-nya itu membingungkan. Kata-katanya tidak jelas. Intinya sudah menyerahkan uang Rp 1,5 juta untuk uang snack turnamen. Akhirnya saya telepon," kata Rulita.

Baru setelah Rulita menelepon karyawannya, mereka menyadari bahwa telah menjadi korban penipuan.

Pelaku disebut tahu nama pemilik apotek dan alamat rumah Rulita.

Rulita menduga pelaku tidak beraksi sendirian. Sebab saat beraksi sempat menelepon seorang perempuan yang berpura-pura menjadi pemilik apotek.

"Datang ke apotek sendirian. Pelat nomor yang belakang tidak dipasang sementara yang depan blur. Di CCTV enggak terlihat. Pas minta uang, helm dan masker tidak dilepas," terang Rulita.

Ditambahkannya, peristiwa itu pernah dialami sejumlah temannya yang juga pemilik apotek di luar Wonogiri.

Modusnya sama. Meminta uang snack untuk turnamen sepak bola.

Informasi yang diterima Ruli, peristiwa serupa pernah terjadi di Solo, Sukoharjo hingga Karanganyar.

"Modusnya sama, korbannya berarti sudah banyak. Harapannya tidak ada korban lagi," tutur dia.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Wonogiri Iptu Agung Sedewo membenarkan telah menerima laporan terkait peristiwa tersebut. Saat ini, pihaknya tengah melakukan pendalaman.

Baca Juga: Bukan Sekadar Perhatian, Kenali Bahaya Grooming yang Dialami Aurelie Moeremans Kecil

"Iya betul, sudah kami tindak lanjuti. Saat ini proses," kata Agung. (al)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#penipuan #korban #snack #modus minta sumbangan #apotek armada #turnamen sepak bola #Polres Wonogiri #marak penipuan #selogiri #wonogiri