RADARSOLO.COM–Kasus keracunan pelajar di Wonogiri pasca mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) terjadi kesekian kali.
Terbaru, dugaan keracunan menimpa para pelajar di sejumlah sekolah di Kecamatan Jatisrono.
Wabup Wonogiri Imron Rizkyarno hingga Rabu (14/1/2026) pagi belum mendapatkan laporan resmi soal dugaan keracunan yang dialami para pelajar di Kecamatan Jatisrono.
"Saya baru tahu dari teman-teman media. Dinas terkait bergerak ke Jatisrono," ujar Imron di ruang kerjanya, Rabu (14/1/2026).
Wabup prihatin dengan adanya kejadian tersebut.
Menurutnya, sejumlah langkah telah dilakukan oleh Satgas Percepatan MBG Wonogiri agar kejadian keracunan akibat menu MBG tak terjadi.
Salah satunya adalah agar menjaga kualitas dan gizi dari menu MBG yang dibagikan.
Dalam sejumlah kesempatan saat bersama dengan para pengurus SPPG, Imron mengaku sudah menekankan agar SPPG harus independen.
"Bersama SPPG kita pernah rakor tanpa dengan mitra. SPPG harus independen. Saat kejadian (keracunan menu MBG) di Kecamatan Slogohimo, kita juga minta kalau ada kejadian seperti itu segera dilaporkan," papar Imron.
Kejadian keracunan akibat menu MBG bukan kali pertama terjadi di Wonogiri.
Sebelumnya ada ratusan siswa di wilayah Kecamatan Wonogiri Kota dan Kecamatan Slogohimo yang keracunan menu MBG.
Oleh karena itu, Wabup meminta agar standard operating procedure (SOP) yang ada dijalankan dengan ketat.
Baca Juga: Gaji PNS Januari 2026 Belum Cair? Tenang! Ini Alasan Teknis yang Perlu Diketahui ASN
Apalagi dalam beberapa kesempatan dia masih melihat SOP belum maksimal dijalankan di dapur.
Misalnya penggunaan penutup rambut ataupun penggunaan sarung tangan.
"Dalam penyiapan menu MBG harus sesuai SOP. Harus hati-hati," tegas Wabup.
Selain itu, dia juga meminta agar SPPG mengantisipasi adanya sabotase yang dilakukan pihak tidak bertanggung jawab.
Misalnya dengan mengamankan bahan baku dengan pengawasan ketat.
"Saya usul juga ditambah petugas jaga malam. Kalau satpam ada, pagi sampai sore. Yang jaga malam ini digaji sendiri demi keamanan," beber dia.
Wabup menegaskan, SOP di SPPG harus dijalankan dengan baik. Pihaknya juga kerap berkoordinasi dengan korwil SPPG.
"Penekananya di SOP itu. Harus dijalankan," tegas Imron.
Soal kabar bahwa susu yang dibagikan kepada siswa kadaluarsa, Wabup menuturkan jika memang itu terjadi, maka itu adalah kesalahan dari SPPG. Meski demikian perlu dikroscek.
"Kalau makanan yang menyiapkan relawan-relawan. Nek susu ngasi (kalau susu sampai) kedaluarsa, yang salah berarti ahli gizi. Kenapa tidak memonitor itu. Dinkes (Dinas Kesehatan) ini turun," kata dia.
Ditemui terpisah, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mendapatkan informasi soal dugaan keracunan yang dialami siswa di Jatisrono pada Rabu siang.
Laporan sementara dari Dinkes ada 1.158 pelajar yang dicek kesehatannya.
Dari jumlah itu, 206 pelajar mengalami gejala mengarah keracunan. Sedangkan 952 lainnya tak mengalami gejala.
Baca Juga: Cek Fakta Isu Rapel Gaji Pensiunan 2026 yang Viral di Media Sosial, Ini Penjelasan TASPEN
"Ada yang diare, mual, muntah. Ratusan, 206 yang sakit," kata Setyo.
Meski demikian, belum dilaporkan secara rinci 206 siswa yang sakit itu menyantap menu MBG pada hari apa dan juga menu yang dimakan apa saja.
Bupati Setyo juga menegaskan soal SOP SPPG yang harus dijalankan dengan maksimal guna mengantisipasi peristiwa serupa. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono