RADARSOLO.COM- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngadirojo Kidul, Wonogiri ditutup sementara pasca hasil lab kasus keracunan makan bergizi gratis (MBG) keluar.
Orang tua murid penerima menu MBG mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terkait kejadian keracunan MBG.
Salah satu orang tua penerima menu MBG yang enggan disebutkan namanya mengatakan. dia mendapatkan informasi soal disetopnya pendistribusian menu MBG dari SPPG Ngadirojo Kidul.
"Berhenti sementara mulai hari ini (Selasa 20 Januari 2026). Belum tahu sampai kapan," ujar sumber tersebut.
Dalam pemberitahuan yang didapatkannya, SPPG Ngadirojo Kidul atau SPPG Ngadirojo 1 sedang dalam perbaikan dan renovasi fasilitas dan keamanan pangan.
Karena itu, pendistribusian MBG tidak dapat disalurkan untuk sementara.
"Katanya nanti juga ada kabar lagi kalau sudah ada update terbaru," beber dia.
Menanggapi disetopnya pendistribusian menu MBG, orang tua siswa itu mengaku tak masalah.
Menurutnya, kebijakan tersebut bisa menjadi bahan pembelajaran.
"Ya biar dievaluasi. Benar-benar ada evaluasi supaya kejadian ini tidak terulang. Dulu menunya bagus-bagus kok sebenarnya," kata dia.
Sumber radarsolo.jawapos.com menyebut bahwa peristiwa keracunan pada pekan lalu membuat anaknya tak memakan menu MBG yang diberikan pada Senin (19/1/2026).
"Masih trauma, takut kalau diare lagi seperti kemarin," katanya. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono