RADARSOLO.COM-Paguyuban Duta Wisata Wonogiri menggelar Wonogiri Historical Trip, Minggu (1/2/2026).
Peserta diajak untuk menjelajahi lembah Bengawan Solo Purba, Museum Karst, dan sejumlah Geosite di Geopark Gunung Sewu di Kecamatan Pracimantoro.
Ketua panitia Wonogiri Historical Trip Dinda Satria Utama mengatakan, para peserta diajak mengulik sejarah Geopark Gunung Sewu dan Bengawan Solo Purba di Pracimantoro.
Total ada sekira 60 peserta yang mengikuti trip tersebut.
Mereka mendapatkan edukasi mengenai kawasan karst, selanjutnya mengeksplorasi Gua Potro Bunder dan Pura Jagat Spiritual.
"Kita ingin membangkitkan semangat, Wonogiri punya museum karst terbesar di Asia Tenggara," ujar dia.
Para peserta lalu berkunjung ke Dusun Mendak, Desa Petirsari, Kecamatan Pracimantoro yang notabene merupakan salah satu kampung yang berada di lembah Bengawan Solo Purba.
Di sana peserta diberi edukasi bahwa jutaan tahun yang lalu, Bengawan Solo berhulu di daerah Giritontro, mengalir ke selatan dan bermuara di Pantai Sadeng, Gunungkidul, Yogyakarta.
Karena ada desakan antara lempeng samudera dengan lempeng benua, sehingga lempeng benua terangkat.
Akibatnya, Bengawan Solo Purba yang semula mengalir ke selatan dan bermuara di Samudera Indonesia, kini berbalik arah mengalir ke utara dan bermuara di Laut Jawa.
Bengawan Solo Purba yang dahulu bermuara di Samudera Indonesia kini mengering.
Baca Juga: Diskominfo Wonogiri Sikapi Penyegelan Tower Telekomunikasi di Giritontro
Beberapa kampung berdiri di bekas dasar sungai tersebut, termasuk di dalamnya Dusun Mendak.
"Di Dusun mendak, kita juga mengunjungi pembuatan batik cikal Pracimantoro, produksi jamu dan kerupuk romeo," kata dia.
Sementara itu, Kadus Mendak Agus mengatakan, dusun tersebut dihuni 28 keluarga.
Wilayah itu dulunya termasuk daerah terpencil karena akses jalannya sulit dilewati.
"Setelah pariwisata mulai menggeliat, akses menuju Dusun Mendak secara bertahap dibangun agar lebih mudah dilalui," ungkapnya. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono