RADARSOLO.COM - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri menggenjot optimalisasi program Wakaf Uang pada 2026.
Melalui program inovatif ini, Kemenag Wonogiri menargetkan penghimpunan dana wakaf dapat menyentuh angka Rp 300 juta.
Kepala Kantor Kemenag Wonogiri Haryadi mengungkapkan, pihaknya telah gencar melakukan sosialisasi sekaligus praktik langsung berwakaf uang untuk mengedukasi masyarakat.
"Pusat pengelolaan Wakaf Uang ini berada di Kanwil Kemenag Jawa Tengah. Namun, setiap kabupaten/kota nantinya akan mendapatkan bagian dana manfaat dari hasil pengembangan pokok wakaf tersebut untuk disalurkan kembali," ujar Haryadi.
Mekanisme Wakaf Uang: Pokok Utuh, Pahala Mengalir
Banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan sedekah biasa dengan wakaf uang.
Haryadi menjelaskan, nominal pokok dari Wakaf Uang tidak akan berkurang atau dihabiskan.
Dana tersebut akan disetorkan ke rekening Nazhir (lembaga pengelola wakaf resmi) untuk dikembangkan melalui instrumen investasi syariah yang halal, seperti:
- Deposito Syariah.
- Sukuk (Obligasi Syariah Negara).
"Akan ada pengawasan yang sangat ketat terkait pengelolaan dana ini. Dengan cara itu, nilai pokok wakaf tetap utuh, nilai manfaatnya dirasakan umat, dan pahala bagi wakif (pemberi wakaf) diharapkan terus mengalir abadi," bebernya.
Dana Zakat (UPZ) Dialihkan untuk Sumur Bor
Selain fokus pada instrumen wakaf, Kemenag Wonogiri juga memaksimalkan penyaluran dana dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Jika sebelumnya dana UPZ lebih banyak disalurkan untuk bantuan sembako dan insentif honor guru swasta, kini peruntukannya diperluas untuk pembangunan infrastruktur air bersih yang sifatnya berkelanjutan.
Tahun ini, Kemenag merencanakan pembangunan minimal tiga unit sumur bor yang sepenuhnya didanai dari zakat masyarakat Wonogiri. Salah satu titik prioritas pembangunannya berada di wilayah Kecamatan Kismantoro.
"Pembangunan sumur bor ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang, serta menjadi solusi langsung bagi para petani dan masyarakat yang membutuhkan air bersih," pungkas Haryadi. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono