Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Perahu Nelayan Ditemukan Terbalik di Pantai Watumandi Paranggupito Wonogiri, Satu Nelayan Hilang

Iwan Adi Luhung • Jumat, 27 Februari 2026 | 19:02 WIB

Kapal nelayan yang ditemukan dalam kondisi terbalik di Pantai Watumandi, Paranggupito, Wonogiri, Jumat (27/2/2026)
Kapal nelayan yang ditemukan dalam kondisi terbalik di Pantai Watumandi, Paranggupito, Wonogiri, Jumat (27/2/2026)

RADARSOLO.COM-Kecelakaan laut terjadi di perairan selatan Jawa.

Sebuah perahu daplang yang awalnya berangkat dari Pacitan ditemukan terbalik di area Pantai Watumandi, Desa Gudangharjo, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, Jumat (28/2/2026).

Perahu itu pertama kali ditemukan oleh warga sekira pukul 08.00.

Perahu yang terbalik ditemukan di atas batu karang

Saat ditemukan, perahu berwarna putih kombinasi biru dan merah dengan panjang sekitar 11 meter dan lebar 125 cm itu sudah dalam posisi terbalik, serta sejumlah peralatan pencari udang lobster berserakan di atas pasir.

Kapolres Wonohiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo mengatakan, perahu itu awalnya disewa oleh Jumali (50) warga Trenggalek Jawa Timur.

Jumali melaut dengan perahu bernama Manis Rizky 59 itu dari Pantai Watukarung, Pacitan Kamis (26/2/2026).

"Korban (Jumali) menuju perairan selatan untuk memancing sekaligus memasang jaring rendet udang lobster bersama sembilan perahu lainnya," ujar Anom.

Sekira pukul 21.00, salah satu rekan ABK dari perahu berbeda masih melihat lampu perahu korban menyala dengan jarak kurang lebih satu kilometer.

Namun, pada pukul 22.30, cahaya lampu tersebut sudah tidak terlihat lagi.

Merasa curiga, rekan korban mendekati lokasi terakhir perahu terlihat.

Namun saat tiba di sekitar rumpon, korban maupun kapalnya tidak ditemukan.

"Pencarian sempat dilakukan selama kurang lebih dua jam, tetapi tidak membuahkan hasil karena kondisi gelombang laut selatan yang cukup tinggi," beber Anom.

Para nelayan kemudian kembali ke Pantai Watukarung dan melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik perahu.

Informasi kehilangan perahu dan ABK pun disebarluaskan kepada nelayan di wilayah Pacitan hingga Pantai Sadeng, DIY.

Pada Jumat pagi, perahu korban ditemukan oleh dua warga Gudangharjo dalam kondisi terbalik di Pantai Watumandi, Kecamatan Paranggupito.

Warga yang mengetahui adanya informasi nelayan hilang dari Pacitan segera melaporkan temuan tersebut kepada pemilik perahu dan anggota jaga Polsek Paranggupito.

"Hingga saat ini, korban masih dalam pencarian oleh rekan-rekan nelayan dari Pantai Watukarung Pacitan dan Pantai Sadeng DIY. Juga dengan penyisiran di laut maupun sepanjang pesisir Pantai Watumandi dan Kalimirah," papar Anom.

Menurut Anom, akses menuju lokasi kejadian cukup sulit dan terjal, sehingga menyulitkan proses evakuasi bangkai perahu.

Saat ini, bangkai perahu masih berada di atas batu karang dalam posisi terbalik.

"Dugaan sementara, kecelakaan laut tersebut terjadi akibat gelombang tinggi di perairan selatan serta kemungkinan mesin perahu tidak berfungsi optimal, sehingga perahu diterjang ombak hingga terbalik dan terdampar di tepian Pantai Watumandi," beber Anom.

Kasi Humas Menambahkan, Polsek Paranggupito bersama jajaran Polres Wonogiri terus berkoordinasi dengan para nelayan dan pihak terkait dalam upaya pencarian korban serta penanganan lebih lanjut atas kejadian tersebut. (al)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Pantai Watumandi #perahu nelayan terbalik #abk #lobster #Polres Wonogiri #nelayan #nelayan hilang #desa gudangharjo