Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Muncul Fenomena Warga Tambal Jalan Berlubang Pakai Tanah-Semen di Baturetno, Warga: Banyak yang Terjeblos

Iwan Adi Luhung • Kamis, 12 Maret 2026 | 13:13 WIB

Warga menambal jalan berlubang di wilayah Desa Watuagung Kecamatan Baturetno.
Warga menambal jalan berlubang di wilayah Desa Watuagung Kecamatan Baturetno.

RADARSOLO.COM - Muncul fenomena aksi warga yang melakukan penambalan jalan berlubang secara mandiri.

Hal itu dilakukan karena keresahan masyarakat karena kondisi jalan yang dinilai berbahaya bagi oengguna kendaraan bermotor.

Salah satu yang beredar di media sosial adalah aksi penambalan jalan berlubang dengan menggunakan di wilayah Desa Setrorejo Kecamatan Baturetno.

Jalan provinsi yang menghubungkan Wonogiri-Pacitan yang berlubang itu ditambal dengan tanah yang bercampur rumput.

Ada juga aksi warga yang secara mandiri melakukan penambalan dengan semen yang dibeli sendiri.

Aksi itu dilakukan di ruas jalan yang sama namun di wilayah Dusun Balerejo Desa Watuagung Kecamatan Baturetno.

Warga Desa Tomi mengaku penambalan dilakukan karena warga sangat prihatin dengan kondisi jalan yang berlubang itu. Dampaknya dirasakan oleh warga pengguna jalan tersebut.

"Belum lama ini ada orang habis beli takjil, kejeglong. Njebrot takjilnya, kan ya mesakne," ujar dia Kamis (12/3/2026).

Lubang yang ditambal menurutnya tidak begitu besar namun cukup dalam. Diameternya sekira 40-an cm sementara dalamnya sekira 5 cm.

"Kalau yang disini nggak ada yang jatuh ya sejauh ini. Tapi kalau kejeglong banyak. Suaranya kan keras, glodak-glodak begitu," beber Tomi.

Tomi juga mengetahui adanya aksi yang dilakukan warga lain di Desa Setrorejo yang melakukan penambalan dengan tanah bercampur rumput.

"Kalau disini kita pakai semen sekalian saja. Banyak yang mengeluh kondisi jalannya. Kalau ditambal mungkin sekira setengah tahun lalu ada di area sini," kata dia.

Tomi dan warga lain juga berencana melakukan penambalan di lubang lain. Hanya saja, itu juga masih menunggu waktu warga dan bahan untuk penambalan.

"Kasian kalau pemudik tidak hafal daerah sini. Kejeglong kan juga kasian," kata dia.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini, juga ada penambalan jalan kabupaten yang berlubang yang dilakukan oleh masyarakat.

Salah satunya di wilayah Desa Purworejo Kecamatan Wonogiri Kota. Jalan yang berlubang di perbatasan Dusun Semin Wetan dan Semin Kulon ditambal warga dengan menggunakan semen.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Wonogiri Prihadi Ariyanto mengatakan pihaknya berupaya melakukan penanganan kerusakan jalan. Khususnya yang merupakan aset Pemkab Wonogiri.

Namun karena keterbatasan anggaran, perbaikan dilakukan sesuai dengan sejumlah pertimbangan. Mulai dari tingkat kerusakan, skala prioritas hingga tingkat lalu lintas harian (LHR).

"Anggaran kita terbatas. Kalau ada warga yang membantu perbaikan jalan kami, kami juga merespon positif. Kami ucapkan terima kasih, sebab anggaran dan SDM kami terbatas," kata dia.

Pibaknya mengimbau agar perbaikan jalan yang dilakukan oleh masyarakat tidakenutup drainase. Sehingga, jalur air tetap terjaga dan tidak menggenang di jalan.

"Jadi kami harapkan pengertiannya dari masyarakat," kata Prihadi.

Apakah boleh warga melakukan perbaikan jalan secara mandiri? "Tidak apa-apa. Kami punya keterbatasan dan mungkin juga warga ingin segera jalannya diperbaiki, terima kasih," kata dia.

Bagaimana dengan kondisi provinsi yang juga ramai disorot hingga ada yang menambalnya dengan tanah?

Apa langkah yang dilakukan Pemkab Wonogiri? Prihadi menuturkan terkait jalan milik provinsi dia tak bisa berkomentar.(al)

Editor : Nur Pramudito
#baturetno #watuagung #jalan berlubang #wonogiri