RADARSOLO.COM - Kepolisian akhirnya memberikan klarifikasi terkait peristiwa bunuh diri yang dilakukan seorang pria berinisial P (49) di Desa Purwosari, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri.
Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, menegaskan bahwa korban yang merupakan warga Jebres, Solo, tidak mengakhiri hidupnya karena kalah judi, sebagaimana isu yang sempat beredar di masyarakat.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, korban diduga mengalami depresi.
Peristiwa tersebut diketahui pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Beberapa saat setelah penemuan, kejadian itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.
Baca Juga: Warga Solo Nekat Akhiri Hidup di Purwosari Wonogiri, Diduga Dipicu Kalah Judi Online
Korban pertama kali ditemukan oleh pemilik rumah yang juga merupakan kerabatnya.
Saat itu, saksi tengah mencari keberadaan korban yang tidak terlihat sejak sehari sebelumnya.
“Korban ditemukan dalam kondisi tergantung di kamar mandi lama yang sudah tidak digunakan, menggunakan seutas kain,” ujar AKP Anom Prabowo.
Dari keterangan saksi, korban terakhir terlihat pada Minggu (22/3/2026) sore saat berpamitan untuk mandi.
Baca Juga: Geger! Mayat Bayi Membusuk Ditemukan di Kebun Wonogiri, Dibungkus Kain dan Plastik
Namun hingga keesokan harinya, korban tidak kunjung muncul sehingga keluarga melakukan pencarian di sekitar rumah hingga akhirnya menemukan korban di lokasi kejadian.
Petugas dari Polsek Wonogiri Kota bersama tim medis dari puskesmas setempat segera mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan awal.
Berdasarkan hasil visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda penganiayaan. Korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri,” jelasnya.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
Penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan yang disaksikan oleh perangkat lingkungan setempat.
Polisi juga telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi, hingga pengamanan barang bukti berupa kain yang digunakan korban.
Lebih lanjut, Anom menegaskan bahwa isu yang mengaitkan peristiwa ini dengan kekalahan judi tidak benar.
Berdasarkan informasi dari keluarga, korban diduga mengalami depresi, bahkan disebut sempat mendalami ilmu kanuragan dalam beberapa bulan terakhir.
“Informasi dari pihak keluarga seperti itu. Korban sudah beberapa bulan tinggal di rumah buliknya di Purwosari. Bukan karena kalah judi,” pungkasnya.(al)
Editor : Nur Pramudito