RADARSOLO.COM - Jagat media sosial di Wonogiri dihebohkan dengan video yang memperlihatkan kepulan asap berwarna putih secara terus menerus di pinggiran sungai.
Dalam video yang beredar di media sosial hingga pesan berantai di WhatsApp (WA) menyebutkan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (28/4/2026) di wilayah Kecamatan Wonogiri Kota.
Suara dalam video itu menyebut asap putih keluar dari dalam tanah. Juga disebutkan semoga kondisi aman.
Baca Juga: Sidak Komisi II DPRD Solo Temukan Tiga Hiburan Malam Ilegal, Nekat Beroperasi Tanpa Izin
Merespons hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri menerjunkan tim ke lokasi pada Kamis (30/4/2026).
Adapun berdasarkan informasi yang dihimpun dan pencocokan gambar di video ada di wilayah Sukorejo Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri Kota.
Petugas dari BPBD nampak mengamati lokasi sekitar. Dan, tempat asap membumbung diketemukan.
Dari hasil pengamatan tim, diketahui bahwa terdapat bekas pembakaran di titik tersebut.
Terdapat seperti lubang yang di dalamnya ada bekas sampah dedaunan dan juga botol plastik.
Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Fuad Wahyu Pratama mengatakan, sudah tidak ada asap saat tim melakukan peninjauan.
Selain itu, tak ada bau mencurigakan di lokasi.
"Tim juga menemukan bekas pembakaran di lokasi itu," kata Fuad.
Atas hal ini, Fuad mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran di lahan tanpa pengawasan.
Sebab, seringkali api terlihat sudah padam di permukaan, namun bara api masih tersimpan di bawah lapisan tanah atau tumpukan sampah kering.
Hal ini dapat memicu kepulan asap dalam jangka waktu lama dan berpotensi merambat ke area lain melalui akar atau material bawah tanah.
"Jika warga melakukan pembakaran sampah pastikan untuk memadamkannya dengan air hingga benar-benar dingin sebelum ditinggalkan. Jangan mengandalkan penimbunan tanah saja, karena oksigen tetap bisa masuk melalui celah tanah dan menjaga bara tetap menyala," papar dia.
Pihaknya juga mengapresiasi kecepatan warga dalam melaporkan hal-hal ganjil.
Namun, pihaknya meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai fenomena alam yang terjadi agar tidak menimbulkan keresahan publik.
Baca Juga: Sukoharjo Dijanjkan 50 Unit Pikap KDMP, Tapi Yang Datang Cuma Satu
"Jika kepulan asap muncul dalam skala besar, berbau menyengat, atau mengganggu pernapasan, segera hubungi Pusdalops BPBD Wonogiri. Jangan mencoba menggali atau menyiram area yang berasap dalam skala besar sendirian jika belum memahami kedalaman sumber apinya," papar dia.
Fuad juga mengajak untuk menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif. Bencana adalah urusan bersama, dan kesiapsiagaan dimulai dari diri sendiri. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono