Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Antisipasi Dampak Negatif Gadget, DPD LDII Wonogiri Gelar Pengajian untuk 900 Remaja

Iwan Adi Luhung • Minggu, 24 Mei 2026 | 15:58 WIB
DPD LDII Wonogiri gelar pengajian khusus bagi ratusan generasi muda di Masjid Baitussubur Bulusulur, Kecamatan Wonogiri Kota, Minggu (24/5/2026). (IWAN ADI/RADAR SOLO)
DPD LDII Wonogiri gelar pengajian khusus bagi ratusan generasi muda di Masjid Baitussubur Bulusulur, Kecamatan Wonogiri Kota, Minggu (24/5/2026). (IWAN ADI/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM-DPD LDII Kabupaten Wonogiri menggelar kegiatan keagamaan berupa pengajian khusus bagi ratusan generasi muda di Masjid Baitussubur Bulusulur, Kecamatan Wonogiri Kota, Minggu (24/5/2026).

Forum ini menekankan pentingnya pola pendidikan karakter yang terarah dan humanis guna membentengi remaja dari dampak negatif era digital.

Pengajian bertema "Pembinaan Generasi Penerus di Masa Kini" tersebut dihadiri oleh sekitar 900 peserta remaja yang berada di jenjang studi tingkat SMP, SMA, hingga mahasiswa perguruan tinggi.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Karanganyar Soroti Dampak Alih Fungsi Lahan Hijau di Lereng Gunung Lawu

Dewan Pakar DPP LDII Mohammad Thoyibun hadir langsung sebagai pemateri utama.

Dalam pemaparannya, ia menyoroti tren penurunan perilaku sosial di kalangan usia produktif yang dipicu oleh ketergantungan terhadap perangkat gawai (gadget).

"Banyak generasi muda awalnya baik, kemudian bermasalah karena pengaruh gadget," kata Thoyibun.

Menurutnya, struktur pendidikan yang ideal bagi generasi muda wajib mengintegrasikan tiga pilar utama secara seimbang, yaitu jalur pendidikan agama, pendidikan formal sekolah, serta pendidikan karakter.

Implementasi ketiga aspek tersebut harus ditanamkan secara konsisten sejak usia dini hingga memasuki fase dewasa.

Sebagai langkah taktis pembentukan kepribadian anak, sistem pendidikan terpadu melalui konsep sekolah formal yang dikombinasikan dengan sistem berasrama di pondok pesantren dinilai menjadi salah satu formula yang efektif.

Baca Juga: Berapa Usia Gus Hilman? Profil dan Kondisi Terkini Anggota DPR RI Alami Kecelakaan di Tol Paspro Tewaskan 2 Staf

Di samping faktor pendidikan lembaga formal, Thoyibun menggarisbawahi bahwa pemenuhan fungsi edukasi di lingkungan domestik keluarga memegang peranan vital.

Keterlibatan seorang ibu dalam pengawasan perilaku keseharian anak di rumah menjadi kunci pembentukan moral.

Ia juga mengingatkan para peserta pengajian untuk mengikis mentalitas malas, meningkatkan etos kerja keras, serta merubah orientasi penggunaan telepon seluler dari sarana hiburan pasif menjadi media produktif, seperti penunjang materi belajar dan instrumen bisnis berbasis daring (online).

Pada bagian akhir rangkaian acara, panitia penyelenggara juga menyelipkan program edukasi kepedulian lingkungan secara nyata.

Para remaja yang hadir diajak untuk melakukan aksi pengumpulan sampah botol plastik bekas di sekitar lokasi untuk kemudian disalurkan ke fasilitas daur ulang. (al)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#dpd ldii wonogiri #dampak negatif gadget #pengajian