Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tanggapan Dinas Soal Gerai KDKMP di Wonogiri Masih Tutup Usai Dilaunching Presiden

Iwan Adi Luhung • Kamis, 28 Mei 2026 | 07:55 WIB
Gerai KDKMP Desa Pare Kecamatan Selogiri baru-baru ini. (IWAN ADI/RADAR SOLO)
Gerai KDKMP Desa Pare Kecamatan Selogiri baru-baru ini. (IWAN ADI/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disdag & KUKM) Wonogiri angkat bicara terkait masih tutupnya gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) usai diluncurkan secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (16/5/2026).

Kepala Disdag & KUKM Wonogiri, Wahyu Widayati, mengungkapkan hingga kini seluruh gerai KDKMP di 97 desa dan kelurahan yang ikut launching memang belum beroperasi.

Hal tersebut diketahui setelah pihaknya menggelar rapat koordinasi bersama Business Assistant (BA) dan Project Management Officer (PMO) KDKMP pada Selasa (26/5/2026).

“Dari informasi yang kami dapat dari teman-teman BA dan PMO, belum ada gerai yang buka,” ujar Wahyu baru-baru ini.

Menurutnya, belum beroperasinya gerai KDKMP disebabkan sarana dan prasarana yang masih belum lengkap. Mulai dari distribusi barang dagangan dari Agrinas hingga petugas koperasi yang masih mengikuti pelatihan daring.

Petugas KDKMP saat ini masih menjalani pelatihan manajemen pengelolaan barang, termasuk penataan display produk di gerai.

Selain itu, mereka juga masih mempelajari penggunaan aplikasi kasir yang baru diterapkan dalam sistem operasional koperasi.

“Masih proses latihan. Sistemnya juga baru diberikan,” terang Wahyu.

Tak hanya itu, sejumlah persoalan teknis juga mulai muncul dan ditampung oleh BA maupun PMO. Di antaranya mengenai prosedur pemesanan barang, mekanisme retur barang cacat, hingga tata kelola administrasi penerimaan barang.

Disdag & KUKM juga meminta pendamping koperasi untuk membimbing pengurus agar melakukan pencatatan detail terhadap setiap barang yang diterima.

Pencatatan tersebut dinilai penting sebagai bukti administrasi apabila sewaktu-waktu diperlukan.

“Barang dicek bersama dulu lalu dicatat di buku atau kertas dan ditandatangani bersama antara pengirim dan penerima. Sejak awal harus ada catatan,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, hampir seluruh gerai KDKMP di Wonogiri masih tutup meski sudah ikut diresmikan secara nasional.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan sebanyak 1.061 gerai KDKMP di seluruh Indonesia pada Sabtu (16/5/2026). Sebanyak 97 gerai di antaranya berada di Wonogiri.

Untuk tingkat kabupaten, seremoni launching dipusatkan di Gerai KDKMP Singodutan, Kecamatan Selogiri, dan dilakukan secara virtual bersamaan dengan peresmian nasional oleh Presiden.

Namun hingga kini, mayoritas gerai KDKMP di Kota Sukses tersebut masih belum melayani masyarakat. (al)

Editor : Nur Pramudito
#KDKMP #presiden #selogiri #wonogiri