RADARSOLO.COM- Sebanyak 12 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Wonogiri yang sempat berhenti beroperasi, kini kembali mengirimkan menu makan bergizi gratis (MBG).
Diketahui, ada 28 SPPG di Wonogiri yang operasionalnya mandek sementara.
Penghentian layanan tersebut disebabkan oleh tiga faktor, yakni:
- Perbaikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL)
- Menunggu pencairan dana operasional
- Akibat kasus keracunan makanan
"Informasi yang saya terima, 12 dapur sudah beroperasional lagi," ujar Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri Imron Rizkyarno, Kamis (11/6/2026).
Dia menerangkan, 12 dapur yang kembali beroperasional itu adalah yang sebelumnya belum menerima transfer dana dari pusat.
Selain itu, dapur yang disuspen karena permasalahan bio IPAL.
"VA (virtual account) yang sebelumnya belum dapat, ini sudah cair. Setelah cair, sudah hisa jalan. Kalau belum kan tidak boleh nomboki," jelasnya.
Di bagian lain, Badan Gizi Nasional (BGN) berencana membatasi jumlah dapur MBG di setiap kecamatan.
Terkait hal itu, Imron tak memungkiri hal itu bisa berdampak pada kebutuhan dapur di Kota Sukses.
Lalu bagaimana dengan dapur-dapur yang sudah berdiri di sejumlah kecamatan seperti di Kecamatan Wonogiri Kota. Apakah akan dihitung ulang jika ada pembatasan?
"Analisa saya, per dapur maksimal 3.000 porsi. Kalau kebutuhan dapur lebih dari enam, mungkin bisa jadi perhatian BGN. Misal kebutuhannya lebih dari enam (tapi hanya ada enam dapur) sepertinya dulu dibebankan ke dapur yang ada. Analisa saya, disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Mungkin ya," papar Imron yang juga Ketua Satgas MBG Wonogiri. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono