Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Tangani 18 Kasus Kebakaran, Damkar Wonogiri Keluhkan Sulitnya Akses Mobil ke Kawasan Perbukitan

Iwan Adi Luhung • Senin, 29 Juni 2026 | 17:31 WIB
Ilustrasi Damkar Wonogiri padamkan kebakaran di kandang ternak. (DOK.DAMKAR WONOGIRI)
Ilustrasi Damkar Wonogiri padamkan kebakaran di kandang ternak. (DOK.DAMKAR WONOGIRI)

RADARSOLO.COM - Memasuki musim kemarau, warga Wonogiri diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan hutan.

Salah satu penyebab yang masih kerap memicu kebakaran adalah aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan hingga api merembet ke area lain.

Kepala Satpol PP dan Damkar Wonogiri Joko Susilo mengatakan, hingga pertengahan Juni 2026 pihaknya telah menangani 18 kasus kebakaran.

Baca Juga: Rekor! Polresta Solo Bongkar 3,5 Kg Sabu, Residivis Jadi Kurir Jaringan Banten

Baik yang terjadi di rumah warga maupun kandang ternak. 

Menurutnya, penyebab kebakaran rumah didominasi korsleting listrik, sedangkan kebakaran kandang banyak dipicu aktivitas pembakaran sampah atau blubukan.

"Kalau kebakaran rumah mayoritas karena korsleting listrik. Sedangkan kebakaran kandang sebagian besar dipicu aktivitas pembakaran atau blubukan," ujarnya.

Joko menjelaskan, musim kemarau membuat vegetasi menjadi lebih kering sehingga api lebih mudah menjalar dan memicu kebakaran yang lebih luas.

Karena itu, warga diminta tidak meninggalkan api begitu saja saat membakar sampah.

"Kalau membakar sampah harus ditunggui sampai benar-benar padam. Jangan ditinggalkan begitu saja karena api bisa merambat dan memicu kebakaran lahan maupun hutan," tegasnya.

Baca Juga: Rekor! Polresta Solo Bongkar 3,5 Kg Sabu, Residivis Jadi Kurir Jaringan Banten

Di sisi lain, petugas Damkar juga kerap menghadapi kendala saat melakukan pemadaman.

Salah satunya akses menuju lokasi kebakaran yang sulit dijangkau kendaraan pemadam, terutama di kawasan perbukitan atau lahan yang jauh dari jalan utama.

"Ada beberapa kendala seperti medan yang sulit sehingga mobil pemadam tidak bisa mendekat ke titik kebakaran," jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Satpol PP dan Damkar Wonogiri terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat.

Sosialisasi dilakukan hampir setiap hari, mulai dari kegiatan outing class bagi pelajar hingga penyuluhan di sekolah maupun perusahaan.

Baca Juga: SPMB Online SMP Jalur Domisili Di Solo Sudah Dibuka, Banyak Ortu Bingung Dan Salah Unggaj

"Edukasi hampir setiap hari kami lakukan. Mulai dari anak-anak TK sampai SMA, termasuk ke perusahaan-perusahaan," katanya.

Menurut Joko, edukasi sejak usia dini dinilai efektif karena anak-anak datang bersama orang tua sehingga pesan keselamatan dapat diterapkan di lingkungan keluarga.

Selain mengingatkan bahaya kebakaran, petugas juga mengedukasi kebiasaan sederhana, seperti memastikan kompor telah dimatikan setelah digunakan dan memeriksa seluruh peralatan listrik sebelum meninggalkan rumah.

"Hal-hal sederhana seperti itu selalu kami sampaikan agar masyarakat lebih peduli terhadap keselamatan dan bisa mencegah terjadinya kebakaran," pungkasnya. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Damkar Wonogiri #Kebakaran Rumah #pemadaman #korsleting listrik