RADARSOLO.COM - Membangun bonding atau ikatan emosional yang kuat dengan anak bisa dilakukan melalui berbagai macam aktivitas positif.
Proses krusial ini bahkan dapat dimulai sejak buah hati masih berada di dalam kandungan hingga masa awal pertumbuhan anak-anak saat masih kecil.
Konselor UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Wonogiri Nonna Parawuri mengungkapkan, terdapat banyak sekali manfaat jangka panjang yang bisa diperoleh jika jalinan bonding antara orang tua dan anak terbangun secara kokoh.
Baca Juga: Revitalisasi Kolam Renang Tirtomoyo Dikebut, Solo Siap Gelar Event Internasional
Salah satu manfaat paling krusial di antaranya adalah mampu mencegah terjadinya potensi perilaku menyimpang pada anak di masa depan.
"Membangun bonding ini bisa dilakukan sejak ibu masih hamil. Misalnya dengan mengelus-elus perut dan mendengarkan musik yang tenang," ujar Nonna Parawuri, Jumat (17/7/2026).
Nonna memaparkan, di saat anak sudah mulai tumbuh berkembang, upaya untuk memperkuat jalinan bonding tersebut tetap bisa dilanjutkan melalui berbagai macam hal sederhana sehari-hari.
Salah satu contoh aktivitas fisik yang bisa diterapkan adalah dengan rutin berolahraga bersama anak.
Selain itu, imbuh Donna, orang tua juga bisa menyiasatinya dengan mengajak anak untuk ikut serta secara aktif dalam mempersiapkan barang-barang kebutuhan pribadi mereka.
Baik saat hendak berangkat bersekolah maupun ketika akan dititipkan di lembaga penitipan anak (day care).
Baca Juga: Pemkot Solo Gandeng Ormas Percepat Penanganan Masalah Sosial
"Misalnya anak mau ke day care, diajak menyiapkan bekalnya. Oh botol minum ada dimana, diajak mengambil. Dengan begini juga melatih anak untuk mandiri," bebernya.
Menurut Donna, masih ada banyak strategi dan cara lain yang dapat dipraktikkan orang tua untuk memperkuat fondasi bonding kepada anak.
Salah satu langkah yang paling mendesak di era modern ini adalah dengan membatasi penggunaan gawai (gadget) secara ketat dan memperbanyak intensitas interaksi langsung dengan buah hati.
Cara alternatif lainnya yang dinilai cukup sederhana namun berdampak besar adalah pembiasaan di waktu pagi.
Saat anak baru terbangun di pagi hari, ucapan hangat seperti 'selamat pagi' secara lembut wajib diberikan oleh orang tua, dibarengi dengan pemberian rasa kehangatan penuh sejak memulai hari.
"Orang tua saat ini sudah mulai terbuka mindsetnya. Contohnya, misal seperti berolahraga kita lihat anak juga diajak. Tidak hanya oleh ibunya, ayahnya juga sudah ada yang mengajak," urai Donna.
Hal-hal praktis dan sederhana seperti itu dinilai sangat efektif untuk mempertebal rasa kedekatan antara orang tua dan anak.
Di samping itu, Donna juga memberikan wanti-wanti yang tegas kepada para orang tua agar tidak memelihara rasa gengsi untuk meminta maaf secara tulus kepada anak, apabila mereka merasa telah memarahi sang anak secara berlebihan. (al)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com