Akhir Riyawat Ponpes Santri Manjung di Wonogiri Milik Bripka E: Tak Lagi Punya Santri, Warga Desak Segera Ditutup

Iwan Adi Luhung • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 18:59 WIB
Kondisi Ponpes Santri Manjung di Desa Manjung, Kecamatan Wonogiri Kota setelah Bripka E, pendiri Ponpes setempat menjadi tersangka asusila. (IWAN ADI/RADAR SOLO)
Kondisi Ponpes Santri Manjung di Desa Manjung, Kecamatan Wonogiri Kota setelah Bripka E, pendiri Ponpes setempat menjadi tersangka asusila. (IWAN ADI/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Pondok Pesantren (Ponpes) Santri Manjung di Desa Manjung, Kecamatan Wonogiri Kota tak lagi memiliki santri. 

Seluruh santri telah mengundurkan diri setelah pendiri ponpes Bripka E yang juga anggota Polres Wonogiri menjadi tersangka dugaan asusila.

Sekretaris Desa (Sekdes) Manjung Exsanuri mengatakan, seluruh santri telah dijemput keluarga masing-masing dan ada yang mengurus kepindahan ke pondok lain.

Baca Juga: Wabup Wonogiri Dibuat Heran Bripka E yang juga Pemilik Ponpes Jadi Tersangka Pencabulan: "Saya Enggak Habis Pikir"

"Sudah kosong, tidak ada santrinya. Selasa (21/7/2026) ada santri yang ke situ mengurus perpindahannya. Mengundurkan diri dari situ. Sekarang sudah tidak ada aktivitas, seluruh santri sudah mengundurkan diri," ujar dia.

Menurut Exsanuri, sejak kasus tersebut mencuat, Ponpes Manjung praktis tidak lagi memiliki santri.

Meski demikian, ada tuntutan warga agar ponpes ditutup tetap tidak berubah.

Dia mengungkapkan, keresahan warga sebenarnya sudah muncul jauh sebelum kasus dugaan asusila.

Salah satu keluhan utama adalah aktivitas pondok yang berlangsung hingga larut malam dengan penggunaan pengeras suara berintensitas tinggi.

"Sangat terganggu. Dulu sound sangat keras, bahkan melebihi sound horeg. Aktivitasnya juga sampai melewati batas waktu malam," ungkapnya.

Baca Juga: Bripka E Jadi Tersangka Pencabulan, Nasib Ponpes Santri Manjung yang Didirikan Terancam Tutup: Tersisa 2 Santri Nunggu Dijemput Ortu

Menurutnya, setelah kasus perundungan berupa penganiayaan yang mengakibatkan seorang santri meninggal dunia pada Desember 2025, pengelola mulai melakukan pembenahan.

Penggunaan pengeras suara pun berkurang sehingga keluhan warga terkait kebisingan tidak lagi menjadi persoalan utama.

Terpisah, Kasi Pakis (Pendidikan Agama Islam) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri Mursidi mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan Ponpes Santri Manjung.

"Jika ada yang mau pindah ke ponoes lain, kami siap memberikan referensi. Ada juga ponpes di Karanganyar yang berkoordinasi dan bisa menampung, kita pantau perekembangannya," kata dia. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
bripka e tersangka asusila santri ponpes santri manjung desak ditutup ponpes santri manjung