RADARSOLO.COM - Menyustunya volume air di Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri memunculkan fenomena tahunan.
Kompleks makam kuno yang berada di dasar waduk mulai terlihat.
Seperti yang terjadi di wilayah Kelurahan/Kecamatan Wuryantoro.
Baca Juga: DPRD Solo Bahas Raperda Kesehatan Hewan, Daging Anjing hingga Rabies Ikut Disorot
Sebagian struktur nisan bangunan makam masih tampak utuh. Tapi tidak sedikit yang sudah terkikis akibat terendam air waduk selama puluhan tahun.
Camat Wuryantoro Soemardjono Fadjari menjelaskan, munculnya makam-makam kuno tersebut merupakan fenomena yang berulang setiap musim kemarau.
Meski demikian, untuk tahun ini belum seluruh kompleks makam terlihat lantaran permukaan air WGM masih tergolong cukup tinggi.
Baca Juga: Atasi Bencana Kekeringan, Pemkab Wonogiri Gelontorkan 3,1 Juta Liter Air Bersih ke 11 Kecamatan
"Setiap kemarau biasanya makam-makam itu mulai terlihat. Tapi baru sebagian, karena masih ada air," ujar Soemardjono, Senin (7/9/2026).
"Penghujan kemarin kan membuat debit waduk cukup banyak. Jadi saat ini masih ada airnya," imbuh dia.
Secara historis, deretan makam tersebut sudah ada jauh sebelum proyek pembangunan WGM direalisasikan.
Ketika proyek waduk mulai berjalan, masyarakat yang bermukim di kawasan terdampak melakukan migrasi massal melalui program bedol desa atau transmigrasi. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com