RADARSOLO.COM – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Teknologi tersebut bisa membantu proses belajar, tetapi penggunaannya tetap membutuhkan sikap kritis agar tidak membuat siswa bergantung dan kehilangan kemampuan berpikir mandiri.
Pesan tersebut disampaikan Polres Wonogiri saat memberikan edukasi kepada 115 siswa kelas X SMK Negeri 1 Wonogiri melalui kegiatan Training of Trainer (TOT) Paham AI di aula sekolah, Senin (7/9/2026).
Kasi Humas Polres Wonogiri Iptu Ririn Indrawati mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana bagi pelajar untuk mengenal sekaligus memahami pemanfaatan AI secara bijak. Pembekalan diberikan Master Trainer Polres Wonogiri dengan didampingi Kasubbagbinkar SDM Polres Wonogiri.
Baca Juga: Tiga Bulan Krisis Air, Warga Lereng Merapi Klaten Terpaksa Beli Rp320 Ribu per Tangki
“Materi yang diberikan antara lain pemanfaatan AI untuk mendukung kegiatan belajar, mencari informasi, mengembangkan kreativitas, hingga meningkatkan keterampilan,” ujar Ririn.
Meski memiliki banyak manfaat, pelajar juga diingatkan tidak menelan mentah-mentah informasi yang dihasilkan AI. Siswa perlu memeriksa kembali informasi dan tetap menggunakan kemampuan berpikir dalam mengerjakan tugas maupun memecahkan persoalan.
Baca Juga: 275 Kebakaran Terjadi di Klaten, 119 Kasus Gara-Gara Bakar Sampah
Kabag SDM Polres Wonogiri Kompol Sri Partini mengatakan dari 115 siswa yang mengikuti kegiatan tersebut, sebanyak 110 orang telah mendapatkan sertifikat Paham AI sebagai bukti mengikuti edukasi.
“Pelajar tidak hanya perlu mengenal AI, tetapi juga harus tahu bagaimana menggunakannya dengan bijak. Teknologi ini bisa menjadi alat yang sangat membantu kalau dimanfaatkan untuk hal-hal positif,” bebernya.
Menurut Sri, perkembangan teknologi tidak perlu dihindari. Justru, pelajar perlu memiliki pengetahuan yang memadai agar mampu memanfaatkan AI sesuai kebutuhan sekaligus memahami risiko penggunaannya.
Dengan pemahaman tersebut, AI diharapkan menjadi alat pendukung pembelajaran dan pengembangan kreativitas, bukan pengganti proses belajar dan kemampuan berpikir pelajar. (al)
Editor : Kabun Triyatno