Sepekan Berlalu, Masih Ada Murid SMP di Bulukerto Tak Masuk Sekolah: Ini Kata Disdikbud dan Wabup Wonogiri

Iwan Adi Luhung • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 12:51 WIB
Petugas sedang mempersiapkan menu MBG di SPPG Laweyan. (M Ihsan/Radar Solo)
Ilustrasi menu MBG. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Puluhan murid SMP di Kecamatan Bulukerto, Wonogiri yang mengalami gangguan kesehatan diketahui belum masuk sekolah. 

Belum diketahui secara pasti penyebab mereka sakit.

Pemkab masih menunggu hasil uji laboratorium sampel menu makan bergizi gratis (MBG) yang diperiksa Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri.

Baca Juga: Mitsubishi Xpander vs Nissan Livina: Mobil Kembar dengan Karakter Berbeda, Mana yang Lebih Cocok?

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri Sriyanto mengatakan, pihaknya sudah memonitor banyaknya siswa di SMPN 1 Bulukerto yang tidak masuk sekolah pada Jumat (11/9/2026) pekan lalu.

Termasuk menyusul banyaknya siswa SMPN 2 Bulukerto yang mengalami fenomena serupa.

"Setelah itu, murid yang izin sudah ada yang masuk. Terkait kejadiannya itu apa ke Dinas Kesehatan (Dinkes). Kita pantau yang tidak masuk sekolah," ujarnya,  Jumat (18/9/2026).

Berdasarkan laporan yang diterima Disdikbud Wonogiri, pada Kamis (17/9/2026), di SMPN 1 Bulukerto ada 17 siswa yang tidak masuk sekolah karena izin sakit.

Mereka terdiri dari siswa kelas VII, VIII dan IX.

Pada hari yang sama, di SMPN 2 Bulukerto tercatat ada 43 anak izin sakit. Mereka terdiri dari siswa kelas VII, VIII dan IX.

Baca Juga: Tolak Pindah, Warga Ledoksari Gugat PT KAI

"Itu tidak masuk izin sakit. Tidak ada yang sampai mondok (opname) infonya," ungkap  Sriyanto.

Disdikbud Wonogiri bukan hanya memonitor jumlah siswa yang tidak masuk. Tapi juga memonitor pembelajaran siswa.

"Anak yang di rumah dan jika masih memungkinkan tetap diberi pelayanan pembelajaran supaya tidak ketinggalan (pelajaran)," beber dia.

Diketahui, ratusan siswa di dua SMP di Kecamatan Bulukerto tak masuk sekolah pada Jumat (11/9/2026) dan Senin (14/9/2026).

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri Imron Rizkyarno mengatakan, pihaknya telah meminta Dinkes Wonogiri untuk memeriksa sampel menu MBG yang diberikan kepada murid dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan.

Baca Juga: Jadwal dan Hasil Sementara Liga 1 Pekan Ketiga: Borneo FC Tumbang, Persib Bandung dan PSIM Dapat Lawan Berat

Meski demikian, belum diketahui secara pasti penyebab ratusan anak mengalami sakit.

"Hasil uji laboratorium belum keluar. Dari Dinkes, belum bisa dipastikan ini keracunan," kata dia.

Informasi yang diterima Imron, anak-anak mengalami gejala batuk dan radang secara kolektif.

Jika keracunan, imbuh Imron, gejalanya diantaranya muntah hingga diare.

"Tapi dari sekian banyak anak, mayoritas bukan itu. Tapi tetap kita minta dikoordinasikan agar tidak terulang lagi. Kita minta ditanyakan apa menu yang diinginkan kepada masyarakat. Jumat kemarin kita sudah minta Dinkes uji laboratorium," beber dia.

Baca Juga: Nusron Wahid 2 Hari Mangkir Rapat DPR Usai OTT KPK ATR/BPN, Ada Apa? Wamen Buka Suara

Pemkab, kata Wabup, sudah menindaklanjuti informasi tersebut agar ada uji laboratorium.

Dipastikan, SPPG sudah memiliki SLHS dan IPAL.

"Ini yang kita urai, penerima manfaat di dapur ini 3.900. Banyak. Saat ini masih beroperasional," beber dia.

Imron juga meminta agar dapur tersebut menjaga kualitas bahan yang digunakan. Termasuk air yang digunakan untuk memasak.

"Buah kita arahkan tidak dikupas di dapur. Misalnya jeruk, kelengkeng dan lainnya," beber dia.

Sebelumnya diberitakan, ratusan siswa di dua SMP di Kecamatan Bulukerto tak masuk sekolah pada Jumat (11/9/2026) dan Senin (14/9/2026).

Desas-desus yang beredar, para siswa keracunan menu makan bergizi gratis (MBG).

Baca Juga: Antisipasi Keracunan MBG, Dinkes Klaten Imbau SPPG Jaga Sanitasi dan Larang Dinginkan Makanan Pakai Kipas

Meski demikian, belum bisa dipastikan penyebab para siswa tak masuk sekolah.

Informasi yang diterima radarsolo.jawapos.com, Jumat (11/9/2026) lalu ada 155 siswa di SMPN 1 Bulukerto yang tak masuk sekolah.

Para siswa mengeluhkan sejumlah gejala. Diantaranya demam, pusing, mual hingga diare.

Belum bisa dipastikan apa penyebab pasti anak-anak mengalami keluhan itu. Termasuk apakah karena dugaan keracunan akibat MBG.

Namun yang jelas, menu MBG yang dibagikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto pada Rabu dan Kamis (9-10/9/2026) diambil sampelnya dan diperiksa di Labkesda. 

Adapun menu yang dibagikan pada Rabu (9/9/2026) adalah nasi, tumis labu siam dan jagung, tempe kecap,  chicken karage dan buah semangka.

Lalu menu yang dibagikan pada Kamis (10/09/2026) adalah nasi, tumis buncis dan jagung, tahu kecap, ikan patin fillet crispi dan buah melon.

Kemudian pada Senin (14/9/2026) ada 72 siswa di SMPN 2 Bulukerto yang tidak masuk sekolah. Sejumlah siswa juga mengalami keluhan sakit. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
murid tidak masuk sekolah keracunan mbg Mbg disdikbud wonogiri Wakil Bupati Wonogiri