RADARSOLO.COM-Dalam beberapa hari terakhir, wilayah Kabupaten Boyolali mengalami curah hujan tinggi disertai angin kencang di sejumlah daerah.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut juga berdampak kepada fasilitas, seperti sistem Penerangan Jalan Umum (PJU), dan Traffic Light (TL).
Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali mencatat, selama Oktober hingga November 2025, tercatat 56 unit PJU dan 7 titik Traffic Light mengalami gangguan akibat hujan deras, sambaran petir, dan pohon tumbang.
Kepala Dishub Boyolali Insan Adi Asmono mengungkapkan, temuan di lapangan kerusakan meliputi lampu padam dan ballast terbakar akibat korsleting, kabel jaringan terputus karena tertimpa pohon.
Serta panel kontrol PJU rusak karena kemasukan air hujan, dan kabel bawah tanah traffic light terendam air yang menyebabkan gangguan sistem pengatur waktu.
Selain itu, beberapa warning light di depan sekolah juga sempat tidak menyala akibat sambaran petir.
“Beberapa hari ini memang Boyolali diguyur hujan deras dan angin kencang. Ada sejumlah PJU dan Traffic Light yang terdampak. Namun seluruhnya sudah kami tangani dengan cepat. Kami prioritaskan jalur padat dan kawasan sekolah agar tetap aman dan terang,” jelas Insan kepada radarsolo.com, Senin (3/11/2025).
Insan mengatakan, gangguan tersebut tersebar di beberapa wilayah. Seperti di Kecamatan Mojosongo terdapat 15 titik PJU padam akibat pohon tumbang di sepanjang Jalan Pandanaran dan kawasan perkantoran.
Di Kecamatan Banyudono tercatat 10 titik PJU rusak akibat kabel terputus dan genangan air di Jalan Solo–Boyolali.
Lalu Kecamatan Teras dengan 8 titik PJU serta 2 simpang TL yang mengalami korsleting.
Kemudian Kecamatan Ampel dan Boyolali Kota dengan 23 titik PJU dan 5 TL yang sempat tidak berfungsi karena sambaran petir.
“Berdasarkan pemetaan teknis, daerah yang tergolong rawan angin kencang dan berdampak langsung terhadap PJU antara lain kawasan arteri Mojosongo–Banyudono, perbukitan Ampel, dan wilayah Teras bagian selatan yang banyak memiliki pepohonan besar di tepi jalan,” terangnya.
Sebagai tindak lanjut, dishub melalui UPT Sarana dan Prasarana Perhubungan langsung melakukan pemeriksaan, perbaikan, dan pengamanan terhadap sarana prasarana transportasi.
Insan menambahkan, Dishub juga melakukan pemeriksaan langsung di lokasi, pemetaan titik kerusakan, berkoordinasi dengan PLN dan BPBD untuk penanganan pohon tumbang, serta penggantian lampu, kabel, dan panel kontrol yang rusak.
“Selain itu, tim juga melakukan pemasangan sistem grounding tambahan untuk mencegah korsleting akibat hujan berintensitas tinggi dan memastikan area kerja aman bagi pengguna jalan,” tambahnya.
Hingga awal November 2025, 95 persen titik PJU yang padam telah kembali berfungsi normal, sedangkan seluruh traffic light yang terganggu telah beroperasi kembali.
Selain itu, pihaknya juga memperkuat sistem pemeliharaan dengan melaksanakan patroli rutin sebelum dan sesudah hujan, menyusun peta risiko gangguan berbasis wilayah rawan, serta menyiagakan petugas lapangan dengan sistem piket darurat selama 24 jam.
“Kami mengimbau masyarakat ikut melaporkan bila menemukan PJU padam atau tiang roboh. Partisipasi warga adalah bagian dari integritas keselamatan yang kami bangun bersama,” pungkasnya. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono