RADARSOLO.COM - Peristiwa kebakaran yang terjadi di Masjid kuno Jami Jalaludin di Glinggang, RT 03 RW 03 Kendel, Kecamatan Kemusu, Boyolali, Kamis (19/3/2026) dini hari diduga akibat adanya korsleting listrik di colokan kabel mixer pengeras suara masjid.
Kabid Damkar Boyolali Supriyono mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian kebakaran pada pukul 04.50 WIB.
“Saat itu, saksi pertama Kusmanto melihat api di lokasi (masjid), kemudian memanggil warga untuk ikut memadamkan,” jelasnya.
Namun, material masjid yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api dengan cepat merembet ke tempat lain.
Supriyono menyebut, kurang lebih 80 persen material masjid terbuat dari kayu jati.
Bahkan, sebelum kejadian, masjid baru saja mendapat perawatan dengan dicat pelitur antirayap.
“Kondisi masjid baru saja dipelitur sehingga api cepat membesar, dan sulit untuk dipadamkan. Kemungkinan besar api berasal dari colokan mixer pengeras suara,” tambahnya.
Sampai saat, di laporkan 90 persen bangunan masjid sudah terbakar. Api menghanguskan hampir seluruh bagian tempat ibadah berukuran 20 meter x 40 meter tersebut.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.
Supriyono menambahkan, pihaknya juga mengalami beberapa kendala saat hendak memadamkan api.
Seperti saat laporan masuk, namun kondisi api sudah sangat besar.
Kemudian, kondisi bangunan yang 90 persen kayu jati, serta jalan menuju lokasi banyak berupa tanjakan dan turunan cukup ekstrim.
“Kondisi jalan cor akses ke lokasi juga sudah rusak,” bebernya.
Selain menurunkan tiga unit armada mobil pemadam, Damkar Boyolali juga dibantu instansi lain seperti PLN, Polisi, Relawan Kebakaran (Red Kar) Sragen, Tagana, serta Bagana.
Supriyono mengaku, saat ini belum bisa memberikan keterangan secara rinci terkait kerugian dalam kebakaran masjid kuno berusia ratusan rahun itu.
Sebab anggotanya masih belum kembali ke pos damkar.
“Tapi api sudah terkendali, secepatnya saya berikan keterangan lengkap, karena ini termasuk peristiwa besar,” tambahnya. (fid/ria)
Editor : Syahaamah Fikria