Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ide Disdag Solo Agar Pasar Ngemplak Bisa Lebih Hidup, Kurang Disepakati Anggota DPRD Solo

Antonius Christian • Selasa, 14 Januari 2025 | 21:28 WIB
BERUBAH KONSEP: Tukang becak berdiri di depan bangunan Pasar Ngemplak. Pasar ini direncanakan akan berubah wajah jadi pusat oleh-oleh dan penjualan cinderamata. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
BERUBAH KONSEP: Tukang becak berdiri di depan bangunan Pasar Ngemplak. Pasar ini direncanakan akan berubah wajah jadi pusat oleh-oleh dan penjualan cinderamata. (M. IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Kondisi Pasar Ngemplak yang sepi juga menjadi perhatian khusus dari Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo. Dinas terkait akan berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Dinkop UKMPerin) Kota Solo untuk mencari solusi permasalahan ini.

Kepala Disdag Kota Solo Agus Santoso menjelaskan, akan berupaya agar pasar ini bisa tetap hidup dan lwbih berkembang, sehingga perekonomian para pedagang bisa berjalan lancar kedepannya.

"Akan tetapi kami memang tidak bisa sendiri, kami rencana akan berkolaborasi. Jadi perlu komunikasi dengan dinkop, karena rencananya akan kami ubah Pasar Ngemplak menjadi pasar oleh-oleh. Dimana itu binaanya dari dinkop.

"Kami juga akan koordinasi dengan Satpol PP juga, kira-kira PKL yang ada Masjid Zayed, kalau kami masukkan pasar bagaimana," imbuh Agus.

Disinggung soal Pasar Ngemplak yang sempat dijadikan pasar cenderamata, namun tidak berjalan sesuai rencana? Agus mengatakan kurang mengetahui problem tersebut.

"Kalau itu saya kurang tahu kenapa, itu masih pejabat lama yang membuat kebijakan. Saya sendiri baru-baru ini menjabat," tutur Agus.

Soal masukan para pedagang yang meminta di depan pasar dijadikan los oprokan agar pasar terlihat hidup, Agus menilai hal tersebut tidak bisa dilakukan. Pasalnya space pasar cukup sempit.

"Kalau dikasih oprokan, nanti parkirnya di mana. Itu kan kecil pasarnya," ujarnya,

"Karena berada di pinggir jalan besar, yakni jalan utama Solo, kalau disitu ada oporokan, takutnya malah menggangu arus lalu lintas. Kemudian dari estetika tidak enak dilihat juga," pungkas Agus.

Pandangan berbeda diungkapkan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Solo Honda Hendarto. Dia meminta seharusnya Pasar Ngemplak tetap dipertahankan menjadi pasar tradisional.

"Karena menurutku dari sisi budaya itu kan juga interaktifnya antar masyarakat akan lebih hidup jika tetap jadi pasar tradisional. Paribahasa jangan sampai pasar tradisional ilang kumandange," ungkapnya.

Honda meminta disdag harus pandai-pandai mencari solusi yang lebih tepat agar pasar tradional tidak ditinggalkan masyarakat.

"Harus dicarikan solusinya, seperti infrastruktur dan pelayanannya, sehingga masyarakat tetap aman di sana," ungkap Honda.

"Terkait oprokan di depan pasar itu asal semuanya tertib, mau mematuhi aturan yang berlaku, kalau itu dianggap satu solusi bagus supaya para pedagang tetap hidup berkelanjutan dan menjadi ramai lagi, ya silakan. Dengan catatan tidak mengganggu fasilitas umum lainnya di sekitar," sambung Honda. (atn/nik)

Editor : Niko auglandy
#pasar ngemplak #Zayed Al Nahyan #oleh-oleh #Cenderamata