Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Harga Harga Cabai Di Solo Turun, Pembeli Masih Lesu

Alfida Nurcholisah • Minggu, 4 Januari 2026 | 18:40 WIB

 

 

 

Penjual cabai di Pasar Legi menunggu pembeli yang tak kunjung ramai.
Penjual cabai di Pasar Legi menunggu pembeli yang tak kunjung ramai.

RADARSOLO.COM – Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Legi Solo mengalami penurunan sejak awal Januari. Namun, turunnya harga belum berbanding lurus dengan peningkatan transaksi. Pedagang justru mengeluhkan daya beli masyarakat yang masih cenderung melemah.

Pedagang cabai Pasar Legi Ngatinem mengatakan, penurunan harga paling tajam terjadi pada cabai sret. Jika pada pertengahan Desember lalu harganya sempat menyentuh Rp 75 ribu per kilogram (kg), kini turun drastis menjadi Rp 40 ribu per kg.

“Cabai putih kemarin Rp 32 ribu sekarang Rp 31 ribu. Cabai merah sekarang paling murah Rp 15 ribu per kilo, sebelumnya bisa sampai Rp 30 ribu. Cabai hijau juga Rp 10 ribu per kilo,” ujar pedagang asal Kalioso yang telah berjualan cabai selama lima tahun itu.

Meski harga lebih murah, Ngatinem menilai kondisi pasar masih belum stabil. Aktivitas jual beli sangat bergantung pada kehadiran pembeli besar atau bakul. “Kadang sepi kadang ramai. Kalau ada bakul datang ya ramai, kalau tidak ya sepi,” katanya.

Kondisi serupa dirasakan pedagang sembako, Valen Adi Putra. Pedagang asal Sukoharjo itu menyebut harga bawang merah dan kemiri juga turun setelah sempat melonjak menjelang Natal.

“Bawang merah sempat sampai Rp 50 ribu per kilo, sekarang Rp 34 ribu sampai Rp 35 ribu. Kemiri sebelumnya Rp 51 ribu, sekarang Rp 47 ribu per kilo untuk yang utuhan,” jelasnya, Minggu (4/1).

Untuk komoditas beras, Valen mengatakan, harga beras subsidi SPHP (stabilisasi pasokan dan harga pangan) masih relatif stabil. Namun, pasokan mulai menipis lantaran tidak ada pengiriman sejak libur Natal hingga pekan pertama Januari.

“Stoknya berkurang, beberapa mulai kosong. Dari Natal sampai hari ini belum ada pengiriman,” ujarnya.

Ia berharap distribusi segera kembali normal agar harga tetap terkendali. Menurutnya, fluktuasi pasokan justru memicu persoalan baru di pasar.

“Sebagai pedagang penginnya stok lancar, harga stabil, yang penting barang selalu ada. Kalau tiba-tiba langka lalu tiba-tiba banyak, itu mencurigakan,” katanya.

Valen juga menyoroti pola belanja masyarakat yang semakin irit.
“Sekarang belanjanya sedikit-sedikit. Kalau daya beli naik, barang lancar, modal juga lancar,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyatakan kondisi harga pangan di Kota Solo masih tergolong baik dan berada di bawah rata-rata harga eceran nasional.

“Solo ini paling bagus harga-harganya, bahkan di bawah rata-rata harga eceran. Stok kita perbanyak, beras banyak, semua stabil. Distribusi lancar, harganya bagus. Setiap harga tinggi kita bikin pasar murah,” tegasnya, Jumat (2/1). (alf/bun)

Editor : fery ardi susanto
#harga cabai di solo #harga bahan pokok di solo