RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan mempercantik sebagian segmen Koridor Yos Sudarso, tepatnya di kawasan Nonongan yang berdekatan dengan Kampung Batik Kauman dan Koridor Gatot Subroto (Gatsu).
Nantinya, Nonongan akan disulap meyerupai Koridor Gatsu, lengkap dengan aktivitas usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di dalamnya.
Wali Kota Solo Respati Ardi menjelaskan, rencana penataan kawasan Nonongan yang akan menggunakan APBD 2026.
Tujuannya untuk mengintegrasikan daya tarik wisata di Kauman dan Gatsu, agar lebih menarik untuk dikunjungi wisatawan.
“Kami melihat Koridor Gatsu dan Kauman sedikit terpisah. Jadi, penyambungnya itu ada di Nonongan (Koridor Yos Sudarso, Red),” ungkap Respati, Jumat (9/1).
Merealisasikan mimpi tersebut, pemkot ingin mengadopsi kawasan wisata di Distrik Samphanthawong, Bangkok, Thailand. Juga tidak menutup kemungkinan ada penempatan UMKM di sepanjang koridor.
Dengan catatan UMKM tersebut harus melalui proses kurasi ketat, untuk menjaga standar dan kualitas.
“Akan kami rapikan kawasannya. Kabel-kabel akan kami turunkan (sistem ducting atau di bawah tanah, Red). Pedestrian nanti diperlebar menjadi 3 meter,” imbuh Respati.
Rencana ini sejalan dengan upaya Pemkot Solo dalam mendongkrak kualitas UMKM, sebagaimana pernah disampaikan Menterti Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya saat kunjungan ke Solo.
Selain itu, awal pekan ini Respati juga menyampaikan upaya mendongkrak iklim wirausaha kepada Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza saat kunjungan di Jakarta.
Salah satu upaya yang disampaikan, yakni melalui UMKM Center. Berupa membuka peluang usaha dan lokasi-lokasi baru untuk dimanfaatkan UMKM.
“Perkembangan UMKM di Solo sangat luar biasa. Saat ini lebih dari 10 ribu UMKM terdampak positif. Kemudian lebih dari 5 ribu UMKM aktif dalam bazar atau expo yang digelar di Kota Solo,” beber Respati. (ves/fer)
Editor : Niko auglandy