HOBINYA diturunkan dari sang ayah. Sejak kecil Yopi sudah dikenalkan dengan pemancingan kolam dan waduk. Sampai akhirnya, Yopi diajak sang paman memancing di atas tebing laut. Salah satunya di daerah Paranggupito, Wonogiri. Melawan deburan ombak dan angin.
”Ada sensasi tersendiri saat memancing di laut. Tertantang dan perasaan senang saat berhasil mendapat ikan. Sejak 1995 saya konsisten untuk memancing di laut. Kalau mancing di laut biasanya dapat ikan tengiri, giant travelly atau kuwe, kerapu dan kakap merah. Beratnya antara 17 sampai 25 kilogram,” kenang Yopi,kemarin (30/10).
Yopi pernah mengitari laut di Pulau Jawa. Seperti Pacitan, Banten, Semarang, Kendal dan lainnya. Juga ke Pulau Sumatera, Bali sampai Nusa Tenggara Timur (NTT). Peralatan satu set dibawa. Mulai dari joran khusus memancing laut, benang pancing nilo, umpan buatan dan umpan daging, dan penn reel spinning spinfisher khusus laut.
Sebab jika menggunakan penn reel biasa akan berkarat saat terkena air laut. Yopi memilih joran jenis Zagan Slow Twith seharga Rp 1,5 juta. Joran jenis ini lebih kaku dan cocok saat menarik tangkapan ikan laut. Sedangkan reel spinning spinfishernya Salt Water (SW) seharga Rp 5,5 juta.
”Umpannya ada yang buatan ada yang daging. Kalau daging untuk umpan Kerapu. Sedangkan Tengiri bisa pakai umpan buatan. Biasanya saya pakai jenis spon dengan berat 40-70 gram. Harganya bervariasi untuk umpan mulai Rp 25 -200 ribu. Sedangkan benang pancingnya saya biasanya jenis nylon yang harganya ratusan ribu,” beber warga Sriwedari, Solo ini.
Biaya sewa kapal hanya sekitar Rp 500-750 ribu permalam. Tergantung jenis kapal dan fasilitas. Yang terpenting, ungkap Yopi, pemancing harus tahu spot yang dituju. Selain itu harus menyesuaikan dengan umpannya, serta pilih waktu di musim memancing. Pilih waktu saat cuaca cerah serta tidak ada angin. Sebab semakin kencang angin justru bisa menimbulkan badai.
Yopi juga mengandalkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Juga menghubungi langsung penyewa kapal.
”Kalau sudah musim memancing, saya bisa 3-4 kali dalam sebulan. Tapi karena pandemi ini saya off dulu. Terakhir bersama rombongan Rio Haryanto di laut Banten. Ada sekitar 15 orang yang ikut itu selama tiga malam tanpa makan,” tandasnya. (rgl/adi) Editor : Perdana Bayu Saputra