Dalam budidaya fancy plakat, indukan dengan gen unggulan menjadi hal utama yang paling berpengaruh pada sukses atau tidaknya mutasi gen dari anakan yang akan dihasilkan. Biasanya indukan dengan corak dan warna tertentu yang diinginkan untuk mendominasi gen anakan itu umumnya berasal dari indukan betina. Sebab itu, pehobi atau peternak ikan cupang akan fokus pada seleksi indukan betina terbaik untuk memulai proses pembiakan.
"Jantan dan betina terbaik dikawinkan dalam satu wadah tertentu. Biasanya dominan gen turunannya dari indukan yang betina. Kalau sudah bertelur nanti indukannya dipisahkan. Kalau berhasil biasanya tiga hari kemudian telur ikannya sudah menetas dan mulai fase burayak (anakan ikan, Red)," kata Nofik Lukman, pehobi fancy plakat dan multicolor asal Colomadu, Karanganyar.
Setelah menetas burayak tidak boleh langsung diberi makan. Masuk umur empat hari baru boleh diberi pakan artemia selama 2-3 minggu ke depan. Setelah itu mulai masuk dengan pakan kutu air hingga umur 1,5 bulan. Selepas itu, kutu air dan cacing sutra jadi pakan utamanya. Dengan pilihan pakan yang tepat ini mutasi warna atau dikenal dengan istilah pecah warna oleh pehobi cupang itu bakal makin maksimal.
"Warnanya muncul itu biasanya di usia tiga bulan. Jadi dari burayak itu warna hitam, setelahnya akan muncul warna hijau atau biru di seluruh bagian tubuhnya hingga usia dua bulan,” ujarnya.
Setelah itu warna hijau akan pudar jadi transparan hingga dua bulan setelahnya. Masuk di bulan ketiga biasanya muncul mutasi warna atau pecah warna. Dan akan makin tajam hingga tiga sampai lima bulan ke depan.
“Makin banyak warnanya akan makin mahal harganya (jenis multicolor). Begitu pula dengan coraknya (varian fancy lainnya, Red),” beber dia.
Varian multicolor yang paling banyak ke luar di pasaran itu campuran sampai tujuh warna berbeda. Kemudian untuk varian warna yang paling unik adalah munculnya warna gold atau dikenal dengan istilah fancy cooper. Fancy cooper merupakan satu varian dari berbagai varian di fancy plakat. Mulai dari fancy cooper, kemudian ada multicolor, red dragon, dan lain sebagainya dengan harga bervariasi. Mulai dari puluhan hingga ratusan ribu sampai hari ini.
"Sekarang harganya sudah turun, tapi di awal-awal pandemi dulu bisa sampai Rp 1 juta per ekor terutama ikan-ikan dari Thailand dan Vietnam," terang Nofik.
Sebab itu, ikan cupang ada beauty kontesnya mulai dari jenis-jenis berbeda yang diperlombakan hingga nomor untuk varian-varian tertentu. Seperti fancy cooper hingga multicolor untuk cupang jenis plakat. Di luar itu semua, para pehobi atau peternak harus selektif untuk memisahkan atau memilah ikan terbaik mereka. Baik untuk keperluan lomba, budidaya, atau hanya sekadar mempercanti akuarium di sudut ruangan.
"Ada kriterianya. Baik di ukuran, bentuk badan, bantuk ekor, mutasi warna, dan aspek lain untuk menilai kecantikan fancy plakat ini. Biasanya kalau yang jual sudah punya nama seperti juara kontes atau peternak ternama biasanya harganya bisa lebih mahal," tutur dia. (ves/bun/dam) Editor : Damianus Bram