Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Ular Kadut yang Kerap Masuk Permukiman: Tak Berbahaya tapi Sering Bikin Panik

Damianus Bram • Senin, 30 Januari 2023 | 01:59 WIB
BANYAK HIDUP DI AIR: Ular kadut termasuk jenis yang tidak berbisa. Namun pengetahuan terkait hal itu belum banyak yang paham. (SILVESTER KURNIAWAN/RADAR SOLO)
BANYAK HIDUP DI AIR: Ular kadut termasuk jenis yang tidak berbisa. Namun pengetahuan terkait hal itu belum banyak yang paham. (SILVESTER KURNIAWAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Ular buhu atau juga dikenal ular kadut merupakan reptil yang kerap ditemukan di area persawahan dan aliran sungai berarus tenang. Meski gigitannya tidak berbahaya bagi manusia, tapi banyak yang menyangka ular ini berbisa dan mematikan.

Seperti yang terjadi di Pondok Baru Asri 2 RT 04 RW 02, Gumpang, Kartasura. Saat asyik memancing di persawahan, sejumlah anak dikagetkan dengan munculnya ular bernama latin Himalopsis Buccata.

Dari persawahan, ular kadut masuk ke permukiman. Warga pun tambah panik. “Akhirnya saya ke lokasi. Ternyata hanya ular buhu. Ibu-ibu yang panik,” ujar Bima Chrisna Yudha, seorang rescuer ular.

Setelah diamankan, ular tersebut dipelihara oleh Bima. Dijadikan bahan edukasi kepada warga bahwa tidak semua ular berbisa. “Khusus jenis ini (ular kadut) tidak berbahaya bagi manusia. Meskipun dalam penelitian ular ini sedikit memiliki bisa, tapi tidak berpengaruh pada manusia,” beber dia.

Diterangkan Bima, 80 persen hidup ular kadut dihabiskan di perairan. Karakteristiknya tidak terlalu agresif.

"Ular air cenderung tidak seagresif ular lain (yang hidup di tanah atau pohon). Mangsa utamanya ikan atau hewan yang ukurannya lebih kecil. Di musim hujan seperti ini, sering masuk ke permukiman," ungkapnya.

Himalopsis Buccata tersebar luas di Asia Tenggara dengan lokalitasnya masing-masing. Di Indonesia, sisiknya cenderung bercorak garis-garis gelap dari atas mata hingga kepala bagian belakang.

Ketika memangsa buruannya, ular kadut terlebih dahulu melilitnya hingga lemas. Ukuran maksimalnya hanya sepanjang satu meter.

Ditambahkan Bima, bagi mayoritas pecinta reptil, ular kadut dianggap kurang eksotik karena terlalu mudah ditemukan. Namun sebagian lain tetap memelihara untuk membedakan jenis fisik ular kadut dari berbagai daerah.

"Ular berbisa atau tidak, berbahaya atau tidak, itu bisa dilihat dari pola gigitannya. Ular berbisa gigitannya tidak menimbulkan bengkak, tapi kalau yang tidak berbisa malah menimbulkan bengkak," terang Bima. (ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram
#Bima Chrisna Yudha #Rescuer Ular #Himalopsis Buccata #Ular Kadut #Ular Buhu