Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sidak Pasar Jungke, DPRD Karanganyar Desak Pengadaan Kontainer Sampah

Rudi Hartono RS
Penulis: Rudi Hartono RS❯

 


Advertisement

Komisi C DPRD Karanganyar sidak pengelolaan sampah di Pasar Jungke Karanganyar, Selasa (14/7/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Komisi C DPRD Karanganyar sidak pengelolaan sampah di Pasar Jungke Karanganyar, Selasa (14/7/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Persoalan pengelolaan sampah di pasar tradisional kembali menjadi sorotan. Komisi C DPRD Karanganyar menemukan masih minimnya fasilitas penampungan sampah di lokasi tersebut. Sehingga berpotensi mengganggu kebersihan dan kenyamanan lingkungan pasar.

Advertisement

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi C DPRD Karanganyar Sartono saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Jungke Karanganyar, Selasa (14/7/2026).

Pihaknya mendesak pemerintah daerah segera mencari solusi atas persoalan tersebut. Salah satunya dengan menambah bak atau kontainer sampah di pasar-pasar tradisional.

Advertisement

”Harapan kami dinas terkait dapat mengupayakan penambahan bak kontainer sampah sehingga pengelolaan sampah di pasar tradisional bisa lebih tertata. Dengan begitu kondisi pasar akan semakin bersih dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat,” ujarnya usai sidak.

Sartono mengakui keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan dalam penyediaan sarana tersebut.

Namun, menurutnya, kondisi itu tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan persoalan sampah berlarut-larut.

Ia mendorong OPD terkait membangun sinergi dalam pengelolaan sampah, termasuk mencari alternatif pembiayaan di luar APBD agar kebutuhan fasilitas di pasar tetap dapat dipenuhi.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (Disdagperinaker) Kabupaten Karanganyar Padian Agung Wahnata menjelaskan, Kabupaten Karanganyar memiliki 18 pasar tradisional.

Advertisement

Artikel Terkait

Empat SDN Tanpa Murid Baru di Karanganyar Tiadakan MPLS

Empat SDN Tanpa Murid Baru di Karanganyar Tiadakan MPLS

Empat SDN di Karanganyar tidak menggelar MPLS karena tidak memiliki satu pun murid baru.

Monumen Gerakan Sayang Ibu di Karanganyar, Ikon yang Sering Dilewati tapi Jarang Diketahui Sejarahnya

Monumen Gerakan Sayang Ibu di Karanganyar, Ikon yang Sering Dilewati tapi Jarang Diketahui Sejarahnya

Monumen Gerakan Sayang Ibu di Alun-Alun Karanganyar, yang diresmikan Presiden Soeharto pada 1996, bukan sekadar hiasan kota melainkan simbol pentingnya kesehatan ibu-anak dan sejarah bagi generasi muda.

Kejari Karanganyar Ajukan Kasasi Kasus Korupsi Masjid Agung Madaniyah, Buka Peluang Penetapan Tersangka Baru

Kejari Karanganyar Ajukan Kasasi Kasus Korupsi Masjid Agung Madaniyah, Buka Peluang Penetapan Tersangka Baru

Kejari Karanganyar menempuh upaya hukum kasasi atas putusan pengadilan terkait kerugian negara. Hal itu membuka kesempatan tersangka baru.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer