Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pabrik INDACO di Karanganyar Jadi Pelopor Pengguna Liquid Base Reactor, Ini Keunggulannya

Rudi Hartono RS • Sabtu, 27 September 2025 | 01:15 WIB
Presiden Direktur PT Indaco Iwan Adranacus berada di dalam kompleks pabrik yang berlokasi di Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar.
Presiden Direktur PT Indaco Iwan Adranacus berada di dalam kompleks pabrik yang berlokasi di Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar.

RADARSOLO.COM-Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar dikenal sebagai kawasan industrinya Karanganyar.

Beragam sektor berdiri di wilayah ini. Mulai dari tekstil, farmasi, hingga kimia.

Salah satunya PT Indaco Warna Dunia (INDACO), produsen cat pemilik merek Envi dan Belazo.

Pabrik yang berdiri di Desa Pulosari sejak Mei 2007 ini punya ciri khas berbeda.

Bangunannya berdiri di tengah kampung, dikelilingi sawah, bahkan dibelah jalan desa yang setiap hari dilalui warga.

Tembok pabriknya pun unik: dipenuhi grafiti karya seniman dari berbagai negara yang tergabung dalam ajang Meeting of Styles (MOS) Indonesia.

“Awalnya kami berproduksi di bekas pabrik roti di Kadipiro, Solo. Karena berkembang, kami pindah ke Kebakkramat. Rezekinya memang di sini,” ujar Presiden Direktur PT Indaco Iwan Adranacus.

Sejak awal, INDACO mengusung prinsip ramah lingkungan dan inklusif.

Pagar pabrik dibuat rendah, pintu kantor terbuka, hingga warung-warung warga sekitar dijadikan tempat menjamu tamu.

“Kami ingin industri ini dekat dengan masyarakat,” imbuh Iwan.

Komitmen ramah lingkungan juga diwujudkan lewat keberanian INDACO menjadi pionir penggunaan teknologi liquid base reactor pada 2012.

Baca Juga: Menyibak Misteri di Makam Kepoh Sukoharjo, Pendatang Dari Arah Utara Hampir Pasti Tersesat

Teknologi ini berupa tangki pencampur khusus dengan sistem vertical platform untuk mereaksikan bahan cair utama produksi cat.

“Waktu itu belum ada pabrik cat di Indonesia yang pakai teknologi ini. Investasinya mahal, tapi hasilnya lebih hemat energi, lebih bersih, dan efisien lahan,” jelas Iwan.

Meski sempat mendapat penolakan saat awal berdiri, pendekatan inklusif membuat INDACO diterima baik oleh masyarakat Desa Pulosari.

“Semua tergantung niat. Kalau tulus, ikhlas, dan komunikatif, industri bisa berjalan harmonis dengan lingkungan,” pungkasnya.

Dengan teknologi maju dan pendekatan ramah lingkungan, INDACO kini bukan hanya dikenal sebagai produsen cat, tapi juga pionir industri hijau yang berbaur dengan masyarakat. (rud/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#cat #pabrik #INDACO #Iwan Adranacus #liquid base reactor