Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Fakta-Fakta Macan Tutul Jawa yang Dievakuasi dari Permukiman Warga di Tawangmangu

Adi Pras • Selasa, 3 Maret 2026 | 19:20 WIB

Ilustasi macan tutul. (Arief Budiman/Radar Solo)
Ilustasi macan tutul. (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah bersama BPBD Karanganyar berhasil mengevakuasi macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) dari permukiman warga Dusun Sendang, Desa Sepanjang, Tawangmangu, Karanganyar, Selasa (3/3/2026).

Macan tutul Jawa tersebut akan dikirim ke Solo Safari untuk dirawat. Macan tutul Jawa merupakan salah satu hewan dilindungi yang terancam punah. Berikut fakta-fakta hewan tersebut yang dihimpun dari berbagai sumber:

  1. Predator Puncak Hutan Pulau Jawa

Di hutan tropis Pulau Jawa, macan tutul Jawa hidup sebagai predator puncak. Sejak Harimau Jawa (Pantera tigris sondaica) dinyatakan punah pada 1980-an, macan tutul Jawa jadi satu-satunya predator puncak, termasuk kawasan Gunung Lawu.

Bukan sekadar kucing besar biasa, macan tutul Jawa jadi simbol keseimbangan ekosistem.

  1. Punya Dua Jenis, Tutul dan Si Kumbang

Banyak yang mengira macan tutul dan macan kumbang adalah spesies yang berbeda. Faktanya, keduanya adalah spesies yang sama.

Macan kumbang yang berwarna hitam legam terjadi karena melanisme (kelebihan pigmen hitam).

Jika dilihat lebih dekat di bawah cahaya terang, pola tutul (rosat) pada macan kumbang sebenarnya masih ada. hanya tertutup warna hitam.

Uniknya, fenomena ini sangat sering ditemukan pada populasi di Pulau Jawa dibanding subspesies macan tutul di tempat lain.

  1. Endemik yang Hanya Ada di Pulau Jawa

Sesuai namanya, mereka adalah satwa endemik. Artinya, di seluruh dunia, mereka hanya bisa ditemukan secara alami di Pulau Jawa dan sedikit di Pulau Kangean serta Pulau Nusakambangan.

Mereka tidak ditemukan di Sumatera atau Kalimantan. Inilah yang membuat keberadaan mereka sangat berharga sekaligus rentan.

  1. Jago Memanjat

Berbeda dengan harimau yang lebih suka berburu di darat, macan tutul Jawa adalah pemanjat ulung.

Mereka sering membawa hasil buruannya ke atas pohon untuk menghindari perebutan dengan predator lain atau pemakan bangkai.

Kemampuan adaptasinya juga luar biasa. Mereka bisa hidup di hutan pegunungan yang dingin hingga hutan jati yang kering di Jawa Timur.

  1. Ukuran Lebih Kecil, Tapi Lebih Lincah

Dibandingkan kerabatnya di Afrika, macan tutul Jawa cenderung memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dan ramping.

Namun, jangan salah sangka. Ukuran ini justru membuat mereka lebih gesit dan lihai bergerak di kerapatan hutan hujan Jawa yang sangat padat. (adi)

Editor : Adi Pras
#tawangmangu #Macan Tutul Jawa #gunung lawu #karanganyar #Solo Safari #bksda