Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Waspada! Kanker Unsur Besar Ancam Gen Z, Ini Enam Tanda yang Perlu Diketahui

Kabun Triyatno • Minggu, 25 Mei 2025 | 14:30 WIB

 

Makanan instans bila dikonsumsi terus menerus bisa berdampak tak baik bagi kesehatan. (Arief Budiman/Radar Solo)
Makanan instans bila dikonsumsi terus menerus bisa berdampak tak baik bagi kesehatan. (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Kanker usus besar tak lagi hanya menghantui usia lanjut. Dalam beberapa tahun terakhir, tren Early Onset Colorectal Cancer (EOCRC) atau kanker kolorektal usia muda menunjukkan peningkatan signifikan, termasuk pada generasi Z yang kini berada di rentang usia produktif.

Dr Annisa Zahra Mufida Sp PD menegaskan bahwa kanker kolorektal kini menjadi ancaman nyata bagi mereka yang berusia di bawah 45 tahun.

“Peningkatan kasus EOCRC tidak hanya terjadi di negara maju, tapi juga di negara berkembang seperti Indonesia. Gaya hidup menjadi faktor utama,” ungkap dokter spesialis penyakit dalam ini.

Menurut dr Annisa, pola konsumsi makanan cepat saji, minuman tinggi gula buatan seperti fruktosa, obesitas, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, serta minimnya aktivitas fisik, menjadi pemicu utama. Selain itu, faktor genetik juga tak bisa diabaikan.

Yang mencemaskan, lanjutnya, kanker yang menyerang usia muda cenderung lebih agresif. “Prognosisnya lebih buruk, risiko penyebaran lebih tinggi, dan peluang kegagalan terapi juga lebih besar dibandingkan pasien usia lanjut,” tegasnya.

Meski sering datang diam-diam tanpa gejala, EOCRC memiliki enam tanda umum yang patut diwaspadai. Di antaranya Anemia tanpa sebab jelas, feses berdarah, diare lebih dari dua minggu, penurunan berat badan drastis, nyeri di sekitar anus, dan sembelit kronis selama lebih dari tiga bulan.

“Sayangnya, banyak penderita datang terlambat. Hampir 50 persen kasus didiagnosis saat sudah masuk stadium lanjut karena ada anggapan kanker hanya menyerang orang tua,” terang dr Annisa.

Pencegahan bisa dimulai dari perubahan gaya hidup. Hindari makanan instan, perbanyak konsumsi makanan alami (real food), serta tingkatkan aktivitas fisik. Yang tak kalah penting adalah pemeriksaan rutin, terutama jika ada riwayat keluarga dengan kanker serupa.

“Jika mendapati gejala mencurigakan, segera periksa ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan feses dan prosedur colonoscopy sangat penting untuk menegakkan diagnosis,” jelasnya.

Deteksi dini menjadi kunci utama untuk menurunkan risiko EOCRC dan menyelamatkan generasi muda dari ancaman kanker usus besar. (zia/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#muda #makanan instan #Gen Z #kanker usus