Bahan baku utama gerabah berasal dari tanah liat. Sebelum era 1980-an, perajin memanfaatkan tanah liat di perkarangan rumah. Seiring perkembangan zaman dan pertumbuhan penduduk, ketersediaan bakan baku menipis. Saat ini perajin memanfaatkan tanah liat di tanah kas desa setempat seluas 2 hektare.
”Ketersediaan tanah liat pada tanah kas desa kian menipis. Diperkirakan habis lima tahun kedepan. Jika tidak ada lahan lainnya untuk sumber bahan baku sudah pasti mengancam eksistensi kerajinan gerabah,” ucap salah seorang perajin gerabah, Sukanta, Sabtu (27/11).
Sukanta menjelaskan, sebenarnya ada potensi sumber tanah liat yang berdekatan dengan tanah kas desa yang selama ini digunakan sebagai bahan baku. Potensi lahan itu berupa gundukan tanah yang bisa mencukupi bahan baku untuk 100 tahun kedepan. Hanya saja lahan tersebut di bawah pengelolaan Perhutani.
Berbagai upaya untuk mendapatkan legalitas untuk memanfaatkan tanah liat di lahan tersebut terus dilakukan. Bahkan mengajak para pejabat untuk meninjau lokasi yang dimaksud. Tetapi hingga kini belum juga membuahkan hasil.
”Jarak dengan tanah kas desa itu sekitar 5 meter saja. Lokasinya juga cukup strategis karena perbatasan langsung dengan jurang. Kami sudah coba tawarkan untuk bisa memanfaatkan lahan itu dengan simbiosis mutualisme,” ucap pria yang juga Sekretaris Desa (Sekdes) Melikan ini.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Melikan, Purwanto membenarkan jika ketersediaan bahan baku yang menipis menjadi kendala utama perajin gerabah di desanya. Berbagai upaya pun telah dilakukan termasuk berkoordinasi dengan Perhutani. Tetapi terganjal dengan regulasi yang ada.
”Memang sesuai dengan ketentuan tidak boleh mengambil apa pun di sana. Baru diperbolehkan ketika sudah ada alih fungsi dulu,” ucapnya.
Diakuinya, tidak sembarang tanah liat bisa digunakan sebagai bahan baku. Meski para perajin juga mengambil tanah dari daerah lainnya, tetapi hanya sebagai campuran saja. Sedangkan tanah liat di Melikan dinilai tetap berkualitas sebagai bahan baku gerabah. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram