Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Beat nomor polisi AD 3878 IL yang dikendarani Zena Salistia Maharani, 22, melaju dari arah Solo ke Klaten. Saat itu warga Desa Kanoman, Kecamatan Karangnongko ini juga memboncengkan Meri Candra Kirana, 20, warga Desa Sajen, Kecamatan Trucuk.
Sementara itu, truk gandeng Hino dengan nomor polisi S 8403 UW yang dikendarai Sumianto, 44, sedang terparkir di bahu Jalan Solo-Jogja. Tiba-tiba sepeda motor membentur bagian belakang bak truk gandeng sisi kanan. Sang pengendara pun mengalami luka di bagian kepala dan hidung hingga langsung meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara kondisi pembonceng mengalami luka pada kepala dan kaki kiri patah. Tetapi dalam keadaan sadar dan menjalani perawatan di RSU Islam Klaten. Sedangkan pengendara truk gandeng tidak mengalami luka sama sekali.
”Sepertinya saat membentur itu dengan kecepatan agak tinggi. Apalagi lukanya seperti itu hingga menyebabkan meninggal dunia,” ucap Kanit Gakkum Satlantas Polres Klaten Iptu Slamet Riyadi, Rabu (24/5/2023).
Slamet menjelaskan, jajarannya masih menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan tersebut. Hal itu untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian dari pengendara truk gandeng terkait parkirnya. Mengingat parkir di bahu jalan dinilai juga membahayakan bagi pengendara kendaraan lainnya.
”Seharusnya parkir di tempat yang sudah disediakan. Seperti di area pom bensin maupun rest area. Saat parkir itu juga seharunya memberikan penanda sehingga pengendara kendaraan lainnya mengetahui,” ucap Slamet.
Pihaknya juga tengah melakukan penyelidikan, apakah juga ada unsur kelalaian dari pengendara motor sendiri. Apakah disebabkan karena terpeleset maupun kurangnya kosentrasi dalam berpengendara, sehingga membentur bagian belakang truk gandeng tersebut. Terlebih kontur jalan di lokasi kejadian menikung dan menurun.
”Saat ini sudah ditangani oleh unit kami. Sedangkan kami minta keterangan dari pengendara dan para saksi. Untuk saat ini belum ada tersangka yang kami tetapkan, masih kami selidiki,” ucapnya. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram