Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pegiat Cagar Budaya Dukung Penataan Stasiun Klaten, tapi Ini Catatannya

Angga Purenda • Senin, 24 Juni 2024 | 01:16 WIB
Stasiun Klaten bakal ditatap dalam waktu dekat. (Angga Purenda/Radar Solo)
Stasiun Klaten bakal ditatap dalam waktu dekat. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Wajah Stasiun Klaten akan dipercantik melalui proyek beautifikasi oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang bergulir pada tahun ini.

Dalam penataan tersebut, bangunan utama stasiun yang sudah ada sejak era kolonial Belanda tetap dipertahankan. Begitu juga dengan bangunan rumah dinas di seberang stasiun.

Pegiat Cagar Budaya asal Klaten Hari Wahyudi mendukung pelestarian terhadap bangunan Stasiun Klaten yang bersejarah tersebut. Selama tidak menambah maupun mengurangi dari keaslian bangunan.

”Untuk penataan kembali Stasiun Klaten oleh kemenhub ya mendukung, selama tidak merubah. Termasuk tidak menambah maupun mengurangi bagian-bagian utama yang menjadi ciri maupun identitas dari bagunan tersebut,” jelas Hari kepada Radarsolo.com, Sabtu (22/6/2024).

Hari setuju dengan proyek beautifkasi yang dilakukan oleh kemenhub guna melestarikan bangunan yang memiliki nilai sejarah. Mengingat Stasiun Klaten dahulunya juga memiliki peran yang penting karena dibangun di awal pemerintah kolonial Belanda dalam membangun jalur kereta api.

”Kalau Stasiun Klaten mau direnovasi ya silakan. Mereka (kemenhub) lebih tahu, karena mungkin sudah berkoordinasi dengan balai pelestarian maupun pihak lainnya yang berhubungan dengan kesejarahan. Saya mendukung, yang penting harus tetap mempertahankan keaslian bangunan,” ujar Hari.

Hari mengungkapkan, terkait sejarah, terutama lintasan rel yang dibangun di Klaten termasuk yang tua. Mengingat pemerintah kolonial Belanda dalam membangun sarana transportasinya di daerah tanah kerajaan. Begitu juga dengan Klaten bagian dari tanah Kerajaan yang banyak digunakan untuk perkebunan seperti tembakau hingga.

”Itu menjadi bagian dari industri Belanda setelah perang Diponegoro. Kemudian dibangunlah stasiun-stasiun, termasuk Klaten. Menjadi penghubung antara Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Jogjakarta. Sebagai stasiun pertama yang didirikan diantara dua stasiun besar, Solo dan Jogja,” ujar Hari.

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Jogjakarta Krisbiyantoro menjelaskan, konsep beautifikasi dari Stasiun Klaten sendiri yakni ruang  terbuka. Salah satunya tidak ada lagi di sisi depan stasiun.

”Diupayakan akan bisa mirip dengan bentuk aslinya. Justru kalau bisa dikembalikan ke bentuk fasad aslinya, termasuk rumah dinas,” ujar Krisbiyantoro. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#cagar budaya #Kolonial Belanda #beautifikasi #kasunanan surakarta #kasultanan jogjakarta #kemenhub #Stasiun Klaten #tembakau