RADARSOLO.COM – Sebanyak 250 anak mengikuti khitan masal yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Klaten pada Rabu (3/7). Acara yang digelar di Masjid Raya Klaten ini langsung dihadiri Bupati Klaten Sri Mulyani.
Para petugas medis berasal dari tiga rumah sakit. Yakni RSU Islam Klaten, RSUD Bagas Waras Klaten, dan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten.
Saat hendak disunat, terlihat anak-anak sedang asyik memainkan handphone-nya masing-masing. Ternyata sedang mengakses media sosial untuk menghilangkan rasa takut dan sakit yang akan dirasakan. Hasilnya, ratusan anak itu tetap tenang meski dilaksanakan tindakan medis.
Salah seorang peserta khitanan massal Leo Mahendra Putra, 12, kelas 6 SD asal Desa Birit, Kecamatan Wedi, Klaten. Dia didampingi sang ayah Eko Trianto, 41, untuk menjalani khitanan bersama teman-teman sebayanya itu.
”Tidak ada kendala apa pun. Anaknya juga tidak nangis, aman. Anaknya yang minta sunat di Masjid Raya Klaten. Ikut teman-teman,” ujar ayah Leo, Eko kepada radarsolo.com, Rabu (3/7).
Sementara itu, Leo mengungkapkan, bahwa saat disunat memang sakit. Tetapi mencoba mengalihkan hal itu dengan asyik bermain handphone. “Tadi main TikTok,” ujar singkat Leo.
Sementara itu, Ketua Baznas Klaten Muclis Hudaf mengungkapkan, kegiatan khitanan masal itu dibuka pendaftaran dua bulan sebelum pelaksanaan.
”Satu minggu sebelum pelaksanaan ditutup. Alhamdulillah kuota 250 anak terpenuhi. Bahkan lebih, tapi akan kami berikan kesempatan pada November nanti,” ujar Hudaf.
Hudaf mengungkapkan, rata-rata peserta yang mengikuti khitanan masal siswa kelas 6 SD maupun yang sudah tamat SD. Setiap peserta mendapatkan uang saku Rp 75.000, pakaian, kopiah, dan sarung serta snack.
”Khitan adalah proses pengislaman sesesorang. Dikarenakan kalau tidak dikhitan akan ada yang tersumbat sehingga kotoran tidak bisa lepas. Maka menganggu kesehatan. Apabila secara agama, maka salatnya tidak akan sah,” ujar Hudaf.
Dia menambahkan, kegiatan khitanan masal itu juga bagian dari pentasharufan dana infaq Ramadan Tahun 2024 dari Aparatur Sipil Negera (ASN) dan masyarakat Klaten. (ren/adi)
Editor : Adi Pras