Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Lomba Sinden Muda Nasional di Klaten Minim Peserta, Ini Kata Pemkab

Angga Purenda • Rabu, 18 September 2024 | 04:12 WIB
Disbudporapar) Klaten menggelar lomba sinden muda nasional. (Angga Purenda/Radar Solo)
Disbudporapar) Klaten menggelar lomba sinden muda nasional. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten menggelar lomba sinden muda nasional seleksi Klaten di pendapa kompleks Monumen Juang 45 Klaten pada Senin (16/9/2024).

Tapi sayangnya peserta lomba minim karena hanya diikuti oleh delapan pesinden dari sejumlah kota seperti Solo, Boyolali, Klaten, Ponorogo, dan Ngawi.

”Sekarang ini sinden sulit sekali. Kalau penyanyi banyak yang bisa. Sedangkan sinden itu ada cengkok-cengkok yang harus diselaraskan dengan gamelan, itu yang membuat sulit. Jadi kami mencari potensi-potensi sinden muda sulit sekali,” ujar Kepala Disbudporapar Klaten Sri Nugraho, Selasa (17/9/2024).

Sri Nugroho berharap lomba tersebut bisa mendorong penggalian potensi sinden muda, khususnya di Klaten. Termasuk melakukan kerja sama dengan kampus-kampus seni seperti Institut Seni Indonesia (ISI) di Solo maupun Jogjakarta.

”Kalau kami tidak melakukan kerja sama itu, akan menjadi kendala tersendiri untuk mencari potensi-potensi sinden muda. Terlebih lagi kali ini pesertanya hanya delapan sinden, karena memang untuk mencari bibit-bibit sinden muda itu sulit sekali,” ujar Sri Nugroho.

Pada lomba tersebut, setiap sinden menyanyikan satu lagu yang diiringi musik gamelan. Masing-masing diberikan kesempatan selama 10 menit. Ada tiga juri yang melakukan penilaian. Yakni Widodo Brotosejati dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) serta Ki Suwito Radyo dan Ki Murjon yang keduanya merupakan pakar karawitan.

Ada pun peserta yang meraih Juara 1 yakni Risky Ainanda dari Kota Solo. Sedangkan Juara 2 diraih Sri Sekar Rubella Yanurwardani dari Kabupaten Boyolali.

Sementara itu, untuk Juara 3 diraih oleh Rheyanajwa Amarillas Iswanda dari Kabupaten Ponorogo. Untuk Juara Harapan 1 dan 2, masing-masing diraih oleh Nimas Ayu Puspita Wulandari asal Klaten dan Alfindy Juliansari Alam dari Ngawi.

”Karena memang kalau tidak memiliki bakat, untuk menjadi sinden itu memang sulit sekali. Sinden itu memang harus mampu melaraskan dengan gamelan dan memiliki cengkok-cengkok dengan gaya di setiap daerah yang berbeda,” ujar Sri Nugroho. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#Boyolali #klaten #ngawi #unnes #ponorogo #solo #sinden #Monumen Juang 45 Klaten #Institut Seni Indonesia (ISI)