Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tanggul Sungai Dengkeng Klaten Jebol, Pasar Cawas Langsung Lumpuh Total

Angga Purenda • Rabu, 4 Maret 2026 | 10:44 WIB

 

Akses menuju Pasar Masaran, Cawas, Klaten terendam banjir, Rabu (4/3/2026).
Akses menuju Pasar Masaran, Cawas, Klaten terendam banjir, Rabu (4/3/2026).

​RADARSOLO.COM- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Klaten sejak Selasa (3/3/2026) sore mengakibatkan tanggul Sungai Dengkeng di beberapa titik jebol.

Akibatnya, permukiman warga dan fasilitas umum di Kecamatan Cawas, terendam banjir cukup parah sejak Rabu (4/3/2026) dini hari.

​Kondisi terparah dilaporkan terjadi di kawasan Pasar Masaran Cawas.

Berbeda dari banjir tahun-tahun sebelumnya yang biasanya hanya merendam wilayah perkampungan seperti Desa Bawak atau Modran, kali ini air setinggi lutut orang dewasa (sekira 50 cm lebih) melumpuhkan aktivitas ekonomi di pusat kecamatan tersebut.

​Menurut keterangan salah satu warga Desa Cawas Sutarmi, 43, hujan deras mulai terjadi sejak Selasa sore pukul 16.30 WIB.

​"Semalam sekitar Pukul 22.00, tanggul di belakang Polsek (sebelah barat) jebol bagian bawahnya. Air mulai masuk ke pemukiman sekira Pukul 02.00 dini hari tadi," ujar Sutarmi saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2026).

Banjir membuat akses menuju Pasar Cawas lumpuh total. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas karena kedalaman air yang membahayakan.

​"Aktivitas pasar lumpuh. Ada transaksi tapi sedikit sekali dan itu pun di luar pasar. Jalur dari arah Pedan menuju Gunungkidul atau sebaliknya dialihkan melalui Karangdowo karena Cawas tidak bisa dilewati," tambahnya.

​Banjir ini juga berdampak pada agenda kemasyarakatan.

Acara Bazar Ramadan yang sedianya digelar oleh IWAPI bekerja sama dengan Sedulur UMKM Klaten di Pendopo Desa Cawas terpaksa dibatalkan.

​"Padahal barang-barang sudah kita geser dari lapangan ke Joglo (Pendopo), tapi tetap tidak bisa karena akses jalan menuju lokasi sudah lumpuh total," keluh Sutarmi yang juga Ketua Ranting IWAPI Cawas.

​Warga berharap air dapat segera surut agar aktivitas ekonomi kembali normal.

Baca Juga: THR Karyawan Swasta 2026 Resmi Diumumkan Pemerintah, 26,5 Juta Pekerja Dipastikan Terima Haknya, Simak Ketentuannya

"Biasanya kalau siang sudah mulai surut. Harapan kami ada solusi permanen agar kejadian ini tidak terus berulang," ujar Sutarmi.

​Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten yang disampaikan oleh Kalak BPBD Syahruna, menyebutkan ada dua titik utama tanggul jebol yang memicu genangan luas di Cawas

​Titik pertama tanggul sungai yang jebol berdampak pada Desa Japanan (Dusun Guntur dan Turusan), Desa Tlingsing (Dusun Rompakan) dan Desa Bogor (Dusun Pulau dan Gumpang).

​Sedangkan titik kedua tanggul yang jebol berdampak pada Desa Bawak dan Desa Posakan.

Di wilayah tersebut, arus air dilaporkan sangat deras sehingga sempat dilakukan proses evakuasi warga.

​Di Desa Bawak dan Desa Posakan, tim relawan dan BPBD telah melakukan evakuasi ke Pos Pengungsian di Balai Desa Cawas.

Tercatat satu orang warga harus dirujuk ke rumah sakit akibat dampak bencana tersebut.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Klaten telah berada di lokasi untuk melakukan asesmen awal, pemberian rambu-rambu peringatan serta penutupan akses jembatan yang dinilai berbahaya. (ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#pasar cawas #tanggul jebol #sungai dengkeng #hujan #karangdowo #banjir klaten