RADARSOLO.COM– Intensitas hujan yang tinggi memicu luapan Sungai Dengkeng pada pekan lalu hingga menyebabkan jebolnya tanggul di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten.
Menanggapi kondisi darurat tersebut, personel TNI Kodim 0723/Klaten bergerak cepat memimpin aksi gotong royong dan karya bakti penanganan infrastruktur yang rusak sejak Kamis (5/3/2026) hingga saat ini secara bertahap.
Aksi tanggap bencana ini dilakukan secara maraton di dua lokasi berbeda, yakni Desa Bawak dan Desa Japanan.
Melibatkan sinergi lintas instansi mulai dari TNI, Polri, BPBD, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), relawan hingga masyarakat setempat.
Danramil 20/Cawas Kapten Inf Sukimanto menjelaskan, bersama personel Babinsa, unsur Polres Klaten, dan BPBD melakukan karya bakti penanganan tanggul yang jebol sepanjang kurang lebih 25 meter di Desa Bawak.
"Penanganan darurat ini kami lakukan secara bersama-sama agar dampak luapan air dapat segera diminimalisir. Ini adalah wujud nyata sinergi kami dalam menjaga keselamatan lingkungan dan membantu warga yang terdampak," tegas Kapten Inf Sukimanto, Senin (9/3/2026).
Dalam aksi tersebut, personel gabungan bahu-membahu memperkuat titik tanggul yang rusak menggunakan material tersedia seperti karung yang berisikan pasir.
Sebagai langkah antisipasi sebelum adanya penanganan permanen dari instansi terkait.
Tak berselang lama, aksi serupa berlanjut di Dusun Padon, Desa Japanan.
Jebolnya tanggul di lokasi ini sempat merendam lahan pertanian milik warga.
Perbaikan menjadi prioritas utama untuk menyelamatkan sektor pangan lokal.
Sukimanto menjelaskan bahwa gotong royong di Desa Japanan bertujuan agar tanggul dapat segera berfungsi kembali.
Salah satunya sebagai pengaman aliran sungai.
"Harapannya, area persawahan warga terlindungi dari potensi luapan air susulan. Jadi aktivitas pertanian tidak terganggu," ujarnya.
Melalui upaya kolektif tersebut, kondisi tanggul di aliran Sungai Dengkeng wilayah Cawas secara bertahap mulai teratasi, memberikan rasa aman bagi warga serta melindungi aset pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar.
Sementara itu, Kepala Desa Japanan Eko Puji Sarwono menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan seluruh pihak.
"Kami berterima kasih kepada Koramil, Polsek, BBWS, dan para relawan. Perbaikan ini, kami berharap lahan pertanian warga dapat kembali dimanfaatkan dan ditanami seperti sedia kala," ungkap Eko.
Selain fokus pada perbaikan fisik, Ia menekankan bahwa momentum tersebut merupakan sarana untuk memperkuat kembali nilai luhur budaya gotong royong.
Menurutnya, kebersamaan antara aparat dan masyarakat adalah kekuatan utama dalam menghadapi berbagai persoalan wilayah.
Terutama bencana alam berupa banjir yang pekan lalu melanda Kecamatan Cawas.(ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono