Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Opor Bebek Khas Polanharjo Klaten, Tekstur Daging Lembut dengan Cita Rasa Gurih-Manis

Angga Purenda • Sabtu, 31 Agustus 2024 | 13:55 WIB
Sajian opor bebek Bu Yadi di Desa Sidoharjo, Kecamatan Polanharjo, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Sajian opor bebek Bu Yadi di Desa Sidoharjo, Kecamatan Polanharjo, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Seusai berwisata air di sejumlah umbul di Kecamatan Polanharjo, Klaten, tak ada salahnya menikmati kuliner khasnya. Salah satu kuliner yang layak dicoba adalah opor bebek Bu Yadi di Desa Sidoharjo. Warungnya sudah eksis sejak 1980an.

Warung tersebut hanya menyediakan dua menu saja. Yakni opor bebek dan bebek goreng saja. Mengingat spesialis untuk olahan bebek. Sedangkan opor bebek menjadi menu favorit pelanggan di Warung Bu Yadi.

”Bebek yang kami olah adalah yang sudah tidak produktif atau afkir. Terlebih lagi proses pengolahan dilakukan secara manual. Mulai dari disembelih, pencabutan bulu dan dipotong, ini yang terus kami pertahankan,” ujar Ndari Partini, menantu Bu Yadi saat ditemui di warungnya, Jumat (30/8/2024).

Ndari mengungkapkan, proses memasak secara manual. Untuk bebek diperoleh dari Klaten dan Boyolali.

”Dalam sehari bisa memotong 30-40 ekor bebek. Sedangkan pada akhir pekan maupun liburan bisa lebih dari itu. Pemotongan dilakukan di rumah lalu dimasak di warung,” tambah Ndari.

Ndari memastikan, daging bebek yang diolah memiliki tekstur yang lembut. Mengingat melewati proses presto selama satu jam.

Begitu juga dagingnya tidak amis karena dioleh dengan bumbu dari sejumlah rempah-rempah seperti jahe, kunir, laos dan gula Jawa.

Untuk sajian opor bebek dalam bentuk utuh satu ekor dibanderol Rp 130 ribu. Tetapi sudah dipotong menjadi beberapa bagian agar lebih mudah ketika dikonsumsi.

Sementara itu, untuk sajian opor bebek dalam bentuk porsian, bisa memilih bagian dada maupun paha sesuai selera. Ada pun harga satu porsi opor bebek yakni Rp 26 ribu.

Tetapi saat makan di warung tersebut akan disajikan dalam paket bersama nasi dalam ceting, semangkuk kuah opor secara terpisah beserta minuman yang dibanderol dengan harga Rp 33 ribu.

”Untuk penyajiannya memang seperti itu. Jadi bisa menakar mau mengambil nasi seberapa,” ujar Ndari.

Pelanggan opor bebek Bu Yadi tak hanya dari Klaten saja, tetapi juga Solo maupun Jogja. (ren/adi)

 

Editor : Adi Pras
#Boyolali #jogja #umbul #klaten #solo #opor bebek #Bebek goreng #bumbu #kuliner #Polanharjo #presto