Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Jangan Disepelekan! Membungkus Daging Kurban dengan Kantong Plastik Hitam Simpan Banyak Bahaya, Ini Risikonya

Syahaamah Fikria • Selasa, 18 Juni 2024 | 01:01 WIB
Ilustrasi kantong plastik hitam.
Ilustrasi kantong plastik hitam.

RADARSOLO.COM - Umat Islam di Tanah Air telah merayakan Idul Fitri 1445 Hijriyah, yang disertai penyembelihan dan pembagian daging kurban.

Nah, saat pembagian daging kurban, ada satu hal yang jadi perhatian penting, namun masih sering diabaikan. Yakni terkait penggunaan kantong plastik sebagai pembungkus daging kurban.

Di satu sisi, membungkus daging kurban dengan kantong plastik saat dibagikan, memang tergolong mudah dan praktis.

Namun di sisi lain, hal itu mesti jadi perhatian serius.

Penggunaan kantong plastik, terutama kantong plastik hitam sebagai pembungkus daging maupun makanan lainnya, ternyata menyimpan ancaman bahaya bagi kesehatan.

Berikut beberapa bahaya penggunaan kantong plastik hitam sebagai pembungkus makanan:

1. Kontaminasi kandungan karbon hitam dan bahan kimia

Dilansir dari timesofindia.indiatimes, plastik hitam menyimpan pigmen karbon hitam yang mengandung hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH).

PAH ini dikategorikan sebagai kemungkinan karsinogen bagi manusia oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC).

Senyawa PAH dikaitkan dengan berbagai masalah Kesehatan, seperti gangguan pernapasan dan kanker.

Selain itu, bahan kimia seperti ftalat dan bisphenol-A (BPA), yang sering ditemukan dalam kemasan plastik, dapat larut dalam makanan. Terutama ketika kena suhu tinggi.

Penggunaan plastik hitam juga berpotensi menimbulkan kontaminasi bahan kimia ke dalam makanan yang disimpan di dalamnya.

Dan, hal ini bisa berdampak negatif pada kesehatan manusia.

2. Proses daur ulang yang tak penuhi standar kebersihan

Pembuatan kantong plastik melalui proses daur ulang juga jadi perhatian. 

Proses daur ulang, yang meliputi pengumpulan, pemrosesan, dan pembentukan kembali plastik bekas, sering kali berasal dari sumber yang tidak diketahui tingkat kebersihannya.

Plastik bekas yang dikumpulkan mungkin hanya dicuci seadanya tanpa melalui prosedur pembersihan yang benar, sebelum dilebur dan dibentuk kembali.

Shingga kotoran, mikroorganisme, dan residu kimia yang masih tertinggal di plastik ini bisa mencemari makanan yang dibungkus.

3. Penggunaan bahan kimia pada plastik timbulkan risiko komplikasi

Penggunaan bahan kimia dalam produksi plastik bisa timbulkan risiko jikan bercampur dengan makanan.

Sebagaimana penjelasan ahli onkologi Dr Ahmad Javed Zarang, bahan kimia Base Phenol E ketika bercampur dengan makanan dapat menyebabkan gangguan Kesehatan, dilansir dari pajhwok.

Tak hanya kantong plastik hitam, menurut Zarang, penggunaan plastik secara umum untuk makanan, seperti juga piring palstik dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Bahkan menimbulkan risiko komplikasi pernapasan dan jantung, serta kanker.

Dia mengatakan, penggunaan kantong plastik telah dilarang di banyak negara di dunia karena dapat menyebabkan penyakit dan tidak dapat terurai secara hayati.

"Sebagian besar plastik terbuat dari molekul yang tidak berubah selama ratusan tahun. Sebaliknya, hampir semua negara sekarang menggunakan kantong kertas dan kain yang mudah terurai secara hayati dan tidak mencemari air, udara, atau lingkungan," terang dia. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#makanan #komplikasi #bahaya #kantong plastik hitam #plastik #daur ulang #daging kurban #bahan kimia