RADARSOLO.COM - Nama PO Cahaya Trans menjadi sorotan luas setelah salah satu bus pariwisata miliknya mengalami kecelakaan maut di Exit Tol Krapyak, Kota Semarang.
Insiden tersebut tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga memicu rasa ingin tahu publik terkait kepemilikan perusahaan hingga legalitas operasional armada yang digunakan.
Hingga kini, aparat berwenang masih melakukan pendalaman untuk mengungkap penyebab kecelakaan sekaligus memastikan kepatuhan perusahaan terhadap aturan yang berlaku.
Profil Singkat PO Cahaya Trans
PO Cahaya Trans dikenal sebagai perusahaan penyedia jasa transportasi darat.
Layanannya mencakup angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP), bus pariwisata, hingga jasa pengangkutan barang atau kargo.
Dalam profil layanannya, perusahaan ini mengklaim mengutamakan kualitas armada serta pelayanan yang berorientasi pada kenyamanan dan kepuasan pelanggan.
Informasi umum mengenai layanan tersebut juga tercantum dalam situs resmi perusahaan yang dapat diakses publik.
PO Cahaya Trans Milik Siapa?
Pertanyaan mengenai siapa pemilik PO Cahaya Trans hingga kini belum terjawab secara gamblang.
Tidak terdapat keterangan terbuka terkait nama individu pendiri atau pemilik perusahaan dalam laporan publik terbaru.
Namun, sejumlah penelusuran menyebutkan bahwa operasional PO Cahaya Trans berada di bawah badan usaha berbentuk perseroan terbatas (PT) yang dikelola pihak swasta.
Untuk mengetahui kepemilikan secara pasti, biasanya diperlukan akses terhadap dokumen legal seperti akta pendirian perusahaan atau data resmi di instansi pemerintah terkait.
Keterkaitan dengan PT Cahaya Agung Bumirizki
Dalam penelusuran lebih lanjut, muncul pula nama PT Cahaya Agung Bumirizki yang bergerak di sektor jasa transportasi.
Perusahaan ini melayani berbagai kebutuhan, mulai dari rental mobil, bus pariwisata, hingga angkutan barang.
PT Cahaya Agung Bumirizki diketahui beroperasi dari wilayah Bekasi, Jawa Barat, dengan jangkauan layanan pengiriman dalam dan luar kota.
Armada yang disediakan pun beragam, mulai dari mobil box hingga truk logistik, lengkap dengan fasilitas pendukung seperti asuransi transportasi.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang secara tegas menyebutkan adanya hubungan kepemilikan atau struktur organisasi langsung antara PO Cahaya Trans dan PT Cahaya Agung Bumirizki, khususnya terkait bus yang terlibat kecelakaan di Semarang.
Dugaan Legalitas Armada
Pasca kecelakaan, beredar informasi bahwa bus PO Cahaya Trans diduga belum mengantongi izin operasional atau tidak memenuhi standar kelaikan jalan.
Namun, informasi tersebut masih bersifat dugaan awal.
Pihak kepolisian dan instansi perhubungan menegaskan bahwa status legalitas armada akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen resmi serta uji teknis kendaraan.
Seluruh temuan masih menunggu hasil penyelidikan final.
Kronologi Kecelakaan di Exit Tol Krapyak
Kecelakaan bus pariwisata PO Cahaya Trans terjadi pada Senin dini hari, 22 Desember 2025, sekitar pukul 00.30 WIB.
Lokasi kejadian berada di ruas Tol Batang–Semarang, tepatnya di Simpang Susun Krapyak KM 420 A, Kota Semarang.
Bus dengan nomor polisi B 7201 IV diketahui bertolak dari Jatiasih, Jakarta, menuju Yogyakarta. Saat kejadian, kendaraan tersebut mengangkut 34 orang, termasuk kru bus.
Detik-Detik Bus Terguling
Berdasarkan keterangan awal, bus diduga melaju dengan kecepatan cukup tinggi ketika memasuki jalur keluar tol yang menikung.
Kendaraan disebut sempat oleng sebelum akhirnya menghantam pembatas jalan.
Benturan keras membuat bus terguling ke sisi jalan dan mengalami kerusakan berat.
Sejumlah penumpang dilaporkan terpental akibat benturan, sehingga menyebabkan dampak kecelakaan menjadi sangat fatal.
Korban Jiwa dan Penanganan Medis
Akibat insiden tersebut, sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, 19 orang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat cedera berbeda.
Para korban luka langsung dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di Kota Semarang, antara lain RS Panti Wilasa, RS Columbia Asia, RSUD dr Adhyatma, dan RS Tugu Semarang.
Tim medis bergerak cepat memberikan penanganan sesuai kondisi masing-masing korban.
Evakuasi oleh Tim Gabungan
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, menyampaikan bahwa proses evakuasi melibatkan tim gabungan dari Basarnas, kepolisian, Jasa Marga, Palang Merah Indonesia, serta instansi terkait lainnya.
“Seluruh proses evakuasi korban selesai sekitar pukul 04.00 WIB,” ujar Budiono. Ia juga mengingatkan pengguna jalan untuk selalu waspada, beristirahat jika lelah, serta menjaga jarak aman saat berkendara.
Penyelidikan Masih Berjalan
Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan bus PO Cahaya Trans masih terus diselidiki.
Selain dugaan faktor kecepatan, penyidik juga menelusuri kondisi teknis kendaraan, kelayakan armada, serta kelengkapan perizinan operasional.
Publik berharap hasil penyelidikan dapat diumumkan secara terbuka dan transparan, sehingga menjadi bahan evaluasi guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa di kemudian hari.(np)
Editor : Nur Pramudito