RADARSOLO.COM-Polres Wonogiri melakukan penyelidikan saat adanya kejadian dugaan keracunan akibat menu makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Jatisrono dan Ngadirojo.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo mengatakan, pihaknya saat ini menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan yang diambil Dinkes Wonogiri.
Belum diketahui secara pasti kapan hasil pengujian itu akan keluar.
"Kita masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinkes. Nanti akan terlihat apa yang menyebabkan itu (gejala mengarah keracunan,red). Apakah dari makanannya atau apa," ujar Wahyu Minggu (18/1/2026).
Kapolres belum bisa memastikan apakah ada kesalahan SOP dalam proses penyajian MBG atau tidak. Hal itu juga menunggu hasil uji laboratorium.
Diketahui, ada sejumlah item yang diuji laboratorium Dinkes Wonogiri.
Atas kejadian dugaan keracunan akibat menu MBG yang disediakan SPPG Jatisari Kecamatan Jatisrono, Dinkes mengambil sampel susu dan saus kemasan.
Sampel makanan sudah tidak ada karena telah melewati batas penyimpanan.
Sementara itu, dari SPPG Ngadirojo Kidul Kecamatan Ngadirojo, sampel menu makanan yang diambil antara lain nasi, ayam geprek, tempe goreng dan selada.
Lalu juga ada potongan tomat, timun, potongan melon, semangka dan buah naga.
Kapolres memaparkan, jika sumber yang mengakibatkan gejala keracunan misalnya dari makanan atau minuman kemasan seperti susu, pihaknya akan meruntut bagaimana susu bisa menyebabkan itu, termasuk ke suplier susu.
Baca Juga: Dana Desa Dipangkas, Bupati Etik Suryani Dorong Desa Jadi Pusat Inovasi
Contoh lainnya jika penyebab gejala berasal dari makana masak, akan diselidiki juga apakah ada kesalahan SOP yang kemudian bisa menjadi bahan evaluasi dari dapur. Apakah dari cara memasaknya atau apa.
"Kalau untuk penyebabnya apa terlalu dini disampaikan, kita tunggu hasil uji laboratorium. Kalau masalah operasional (ditutup tidaknya SPPG untuk sementara usai kejadian dugaan keracunan,red) itu ranah dari BGN (Badan Gizi Nasional)," papar Wahyu.
Di sisi lain, diketahui Polres Wonogiri juga memiliki dapur MBG di Kecamatan Eromoko.
Di dapur itu, kepolisian juga menyiapkan alat untuk mendeteksi keamanan menu MBG yang didistribusikan.
Makanan dideteksi apakah benar-benar layak atau perlu diganti sebelum disalurkan guna mengantisipasi adanya hal yang tidak diinginkan.
Apakah itu bisa dilakukan SPPG lainnya? Kapolres mengamini bahwa di SPPG itu terdapat fasilitas reagen tersebut.
Hal itu untuk lebih memastikan keamanan pangan yang didistribusikan.
"Memang sudah saya sosialisasikan. Tapi itu dari kita sendiri, iya (inovasi sendiri di luar prosedur standar BGN). Memang memakan biaya, tapi demi keamanan dan kenyamanan. Kalau dari SPPG juga mau melakukan itu juga silahkan, tapi kan kita tidak memaksa," pungkas Wahyu.
Sebelumnya diberitakan, ada dua kejadian dugaan keracunan akibat menu MBG di Wonogiri dalam tempo berdekatan.
Pertama di wilayah Kecamatan Jatisrono dan kedua di wilayah Kecamatan Ngadirojo. Ratusan orang siswa mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah hingga diare usai memyantap menu MBG. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono