Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Idul Fitri 2026 Menurut Muhammadiyah Tanggal Berapa? Cek Jadwal Lebaran 1 Syawal 1447 H

Syahaamah Fikria • Selasa, 10 Maret 2026 | 18:24 WIB

Ilustrasi sholat Id di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.
Ilustrasi sholat Id di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.

RADARSOLO.COM – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah secara resmi menetapkan jatuhnya Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah.

Ketetapan ini menjadi acuan bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat umum dalam merencanakan agenda mudik serta pelaksanaan sholat Id pada Lebaran 2026 mendatang.

Berbeda dengan metode pengamatan langsung, Muhammadiyah konsisten menggunakan perhitungan astronomis yang akurat untuk menentukan hari besar keagamaan jauh-jauh hari.

Lantas, tanggal berapakah Lebaran 2026 menurut organisasi Islam tersebut?

Keputusan Resmi PP Muhammadiyah

Berdasarkan Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah, Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026.

Penetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki dengan prinsip Kalender Islam Global Tunggal (KIGT).

Dalam perhitungan tersebut, ijtimak (konjungsi) menjelang bulan Syawal terpantau terjadi pada hari Kamis, 19 Maret 2026 (bertepatan dengan 30 Ramadan 1447 H) pukul 01.23.28 UTC.

Karena posisi hilal pada saat Matahari terbenam di hari tersebut telah memenuhi kriteria Parameter Kalender Global (PGK) 1, maka Muhammadiyah menetapkan bahwa masa puasa Ramadan digenapkan dan keesokan harinya sudah memasuki hari raya.

Bagaimana dengan Versi Pemerintah?

Berbeda dengan Muhammadiyah, Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) saat ini belum menerbitkan keputusan resmi.

Secara garis besar, terdapat perbedaan metode penentuan yang menyebabkan potensi perbedaan tanggal Lebaran di Indonesia.

Selama ini, pemerintah menggabungan perhitungan matematis (hisab) dengan Rukyatul Hilal (pemantauan lapangan) di ratusan titik di Indonesia sesuai kriteria MABIMS dalam penentuan awal Ramadan maupun 1 Syawal atau Idul Fitri.

Hasil dari perpaduan dua metode inilah yang nantinya akan diumumkan dalam sidang isbat.

Jadwal Sidang Isbat: Pemerintah dijadwalkan baru akan menggelar Sidang Isbat pada 19 Maret 2026 (29 Ramadan 1447 H).

Metode: Kemenag menggabungkan metode hisab dengan Rukyatul Hilal (pemantauan lapangan) di ratusan titik di Indonesia sesuai kriteria MABIMS.

Prediksi Kalender: Merujuk pada Kalender Hijriah yang diterbitkan Kemenag, hari raya Idul Fitri 2026 diprediksi jatuh pada 21 atau 22 Maret 2026.

Jika hasil pengamatan hilal pada sidang isbat nanti belum memenuhi kriteria ketinggian hilal minimal 3 derajat, maka ada kemungkinan pemerintah akan menetapkan Lebaran berbeda dengan Muhammadiyah.

Menyikapi Potensi Perbedaan

Potensi perbedaan 1 Syawal bukanlah hal baru di Indonesia.

Perbedaan ini muncul karena adanya perbedaan kriteria parameter derajat ketinggian hilal yang digunakan oleh ormas keagamaan dan pemerintah.

Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga toleransi dan ukhuwah Islamiyah dalam menyikapi hasil penetapan tersebut.

Bagi warga Muhammadiyah, tanggal 20 Maret 2026 telah menjadi pegangan tetap untuk melaksanakan ibadah sholat Idul Fitri.

Sementara itu, bagi masyarakat umum lainnya, hasil akhir akan ditentukan dalam pengumuman sidang isbat yang disiarkan secara nasional. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#muhammadiyah #1 syawal #Idul Fitri 1447 H #Idul Fitri 2026 #lebaran muhammadiyah #lebaran 2026 #sidang isbat #idul fitri muhammadiyah