RADARSOLO.COM - Teks Khutbah Jumat 13 Maret 2026 dengan tema sepuluh hari terakhir Ramadhan 2026 dapat dijadikan rujukan bagi para khatib yang akan menyampaikan khutbah di mimbar.
Materi Teks Khutbah Jumat 13 Maret 2026 ini membahas tentang pentingnya memaksimalkan ibadah ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan 2026, masa yang sangat istimewa bagi umat Islam.
Memasuki fase terakhir bulan suci, umat Islam biasanya semakin bersemangat untuk memperbanyak amal ibadah.
Berbagai amalan seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, hingga memperbanyak doa dilakukan untuk meraih keberkahan yang lebih besar.
Sepuluh hari terakhir Ramadhan 2026 bukan hanya menandai bahwa bulan suci akan segera berakhir.
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Bulan Ramadhan 6 Maret 2026: Nuzulul Qur’an, Momen Mengenal Keagungan Al Quran
Lebih dari itu, periode ini diyakini sebagai waktu yang sangat mulia karena di dalamnya terdapat satu malam yang sangat agung, yaitu malam Lailatul Qadar.
Para ulama menjelaskan bahwa Lailatul Qadar merupakan malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malam-malam tersebut dengan berbagai ibadah agar memperoleh keutamaan yang luar biasa.
Walaupun waktu pasti datangnya malam Lailatul Qadar tidak dijelaskan secara tegas, sejumlah hadis menyebutkan bahwa malam tersebut kemungkinan terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Dalam Teks Khutbah Jumat 13 Maret 2026 ini juga dijelaskan bahwa umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam-malam tersebut, seperti melakukan qiyamul lail, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Berikut ini Teks Khutbah Jumat 13 Maret 2026 bertema sepuluh hari terakhir Ramadhan 2026 yang dapat digunakan sebagai referensi khutbah lengkap dengan dalil dan doa yang dianjurkan.
Khutbah 1
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُوْلِى الْفَضْلِ الْجَسِيْمِ. أَمَّا بَعْدُ
فَيَا عِبَادَ الْكَرِيْمِ، فَإِنِّي أُوْصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ الْحَكِيْمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ . وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ . سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ
Hadirin salat Jumat yang berbahagia.............
Segala puji bagi Allah Swt. yang telah melimpahkan berbagai macam kenikmatan, nikmat Islam, iman, hingga kesehatan, sehingga hari ini dapat memenuhi panggilan-Nya dan semoga senantiasa selalu menjauhi segala larangan-Nya.
Mari bersama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan sebenar-benar takwa, yakni melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena takwa adalah sebaik-baik bekal yang akan kita bawa untuk menghadap kelak.
Salawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad saw, juga para keluarga, sahabat, serta kepada kita selaku umatnya. Aamiin ya Rabbal’alamin.
Jamaah shalat jumat yang dimuliakan Allah…
Sepertinya, baru sebentar kita memulai shalat tarawih, sahur pertama, dan buka pertama. Namun, waktu berjalan begitu cepat. Tepat hari ini, Jumat, 13 Maret 2026, kita telah berada di sepertiga terakhir bulan Ramadhan.
Momen sepuluh hari terakhir Ramadhan 2026 perlu kita optimalkan untuk beribadah. Salah satunya adalah mendapatkan malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan bagi yang mengisinya dengan ibadah.
Hal ini termaktub dalam Al-Qur’an Surah Al-Qadr ayat 1-5:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١
innâ anzalnâhu fî lailatil-qadr
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar.
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ٢
wa mâ adrâka mâ lailatul-qadr
Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu?
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣
lailatul-qadri khairum min alfi syahr
Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan.
تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ٤
tanazzalul-malâ'ikatu war-rûḫu fîhâ bi'idzni rabbihim, ming kulli amr
Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.
سَلٰمٌۛ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِࣖ ٥
salâmun hiya ḫattâ mathla‘il-fajr
Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.
Dalam surah tersebut dijelaskan bahwa seseorang yang beribadah pada malam Lailatul Qadar mempunyai nilai yang tinggi di mata Allah, yaitu lebih tinggi dari pada ibdah selama seribu bulan. Malaikat turun untuk membawa rahmat Allah dan kedamaian bagi orang-orang yang menjumpai malam Lailatul Qadar.
Hadirin yang dirahmati Allah.....
Lantas, kapan Lailatul Qadar itu tiba? Rasulullah saw. bersabda:
الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ يَعْنِي لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلَا يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِي
"Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari yang terakhir dari bulan Ramadhan. Bila salah seorang di antara kamu merasakan lemah atau lelah, maka jangan kamu kalah dalam mencarinya pada tujuh malam terakhir (bulan Ramadhan)," (Hadits Shahih, riwayat Muslim: 1989).
Informasi dalam hadis tersebut menunjukkan bahwa malam Lailatul Qadar dapat dicari pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Kendati demikian, Allah Swt. dan Rasulullah saw memang tidak menginformasikan rinci terkait kapan malam Lailatul Qadar tepatnya berlangsung.
Kerahasiaan tersebut bertujuan agar umat Islam dapat terus meningkatkan ibadah tanpa memberatkan pada salah satu hari di akhir Ramadhan. Dengan demikian, umat Islam diharapkan dapat berlomba-lomba mencari keutamaan Lailatul Qadar.
Dalam Riwayat lain juga dijelaskan oleh Rasulullah bahwa Lailatul Qadar dapat dicari di witir sepuluh terakhir Ramadhan. Berikut lafal hadisnya:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ اْلاَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ (رواه البخارى)
“Carilah olehmu sekalian Lailatul Qadar itu pada witir sepuluh terakhir di bulan Ramadhan,” (HR. Bukhori).
Ibnu Hajar al Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan, pendapat terkuat terjadinya malam Lailatul Qadar adalah pada tanggal-tanggal ganjil dari 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Yang paling potensial adalah 21 dan 23 Ramadhan. Sementara itu, sebagian ulama menyebutkan Lailatul Qadar terjadi pada 27 Ramadan.
Jamaah shalat Jumat yang berbahagia.....
Beberapa ciri terjadinya malam Lailatul Qadar di antaranya adalah malam itu menjadi malam yang nyaman dan terang, tidak panas, dan tidak pula dingin. Pada keesokan harinya, cahaya matahari tidak terik.
Dalam sebuah hadis, dijelaskan terkait tanda Lailatul Qadar.
عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ قَالَ: "إِنَّ أَمَارَةَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ أَنَّهَا صَافِيَةٌ بَلْجَةٌ، كَأَنَّ فِيهَا قَمَرًا سَاطِعًا، سَاكِنَةٌ سَاجِيَةٌ، لَا بَرْدَ فِيهَا وَلَا حَرَّ، وَلَا يُحِلُّ لِكَوْكَبٍ أَنْ يُرْمَى بِهِ فِيهَا حَتَّى يُصْبِحَ
"Tanda-tanda malam Lailatul Qadar adalah malam yang cerah, sejuk, tidak panas, tidak dingin, dan matahari pada pagi harinya terbit dengan cahaya yang lembut," (HR. Ahmad No. 22765).
Akan tetapi, seseorang baru menyadari adanya Lailatul Qadar baru ketika keesokan harinya. Hal ini senada dengan yang dikemukakan Ibnu Hajar al Asqalani, "kebanyakan semua itu tidak dapat diketahui kecuali setelah berlalunya Lailatul Qadar".
Pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, umat Islam juga dapat memperbanyak doa malam Lailatul Qadar.
Aisyah R.A. pernah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang doa yang sebaiknya dibaca saat malam Lailatul Qadar. Beliau menjawab:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ:يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ: قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
"Ucapkanlah: 'Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni' (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku)." (HR. Tirmidzi No. 3513)
Selain berdoa, umat Islam juga dianjurkan untuk memohon ampunan, bermuhasabah, dan berbagai amalan lain untuk mendekatkan diri pada Allah Swt. terutama pada malam-malam akhir bulan Ramadhan.
Jangan biarkan hari-hari terakhir ini berlalu hanya dengan persiapan belanja baju baru atau urusan mudik semata. Ingatlah, amal ibadah itu dinilai dari penutupnya (al-khawatim). Jika awal Ramadhan kita kurang maksimal, inilah saatnya menebus segalanya.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah II
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْأَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ، وَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الخَلاَئِقِ وَالبَشَرِ. اَللَّهُمُّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ , أَمَّا بَعْدُ:
فَيَاعِبادَ الله إِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَذَرُوْا الفَوَاخِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بطَنَ وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَخُضُوْرِ الجُمُعَةِ وَالجَمَاعَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ المُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ العَالَمِينَ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبادَ الله
إِنَّ اللهَ يَأمُرُ بِالعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى القُربَى وَيَنْهَى عَنِ الفَخْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُم لَعَلَّكُم تَذَكَّرُوْنَ, فَاذْكُرُوْا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكبَرُ
تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَااَيَّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وِسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
Editor : Nur Pramudito